01 November 2021, 09:12 WIB

Ini Evaluasi Pelatih untuk Penampilan Empat Ganda Putra Indonesia di Prancis Terbuka


Basuki Eka Purnama |

PELATIH ganda putra Pelatnas PP PBSI Herry Iman Pierngadi menilai keempat pasangan didikannya mempunyai penampilan yang beragam di turnamen Prancis Terbuka 2021, yang berlangsung di Paris, 26-31 Oktober.

Untuk Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Herry melihat stamina ganda putra peringkat satu dunia itu mengalami penurunan karena sudah berlaga dalam tiga turnamen secara beruntun yaitu Piala Sudirman, Piala Thomas, dan Denmark Terbuka.

"Tenaga Marcus/Kevin sudah habis. Mereka tanding enam minggu nonstop. Fokus dan konsentrasi mereka sudah menurun, gerakan kaki sudah tidak cepat lagi, tenaga tangan pun menurun," kata Herry, melalui pesan tertulis PP PBSI di Jakarta, Senin (1/11).

Baca juga: Marcus/Kevin Gagal Juara di Prancis Terbuka

Menurut Herry, pasangan berjuluk Minions itu sempat mengalami kenaikan performa di babak semifinal saat melawan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Namun, di partai puncak, kondisi mereka kembali menurun, ditambah mereka menghadapi pasangan yang baru diturunkan di Paris sehingga secara performa masih lebih segar.

"Waktu di semifinal lawan Fajar/Rian, fisik mereka kembali naik, tapi tadi di final sudah menurun. Sementara Korea (Ko Sung Hyun/Shin Baekcheol) masih segar sebagai tenaga baru. Jadi, bagi saya, mereka sudah maksimallah sampai final dengan kondisi itu," kata Herry.

Bergeser pada peringkat dua dunia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, aspek stamina masih menjadi perhatian tim pelatih mengingat usia mereka yang paling senior di antara ganda putra Indonesia lainnya.

The Daddies, yang ikut berjuang sejak Piala Sudirman, terhenti di perempat final setelah dikalahkan Sung Hyun/Baekcheol. Faktor stamina juga menjadi alasan kekalahan Hendra/Ahsan di turnamen level Super 750 ini.

"Ahsan/Hendra harus dijaga tenaga dan fisik saja. Saya lihat sudah mulai menurun," kata Herry.

Beralih ke dua ganda putra lainnya, yaitu Fajar/Rian dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, pelatih berusia 59 tahun ini melihat kualitas permainan kedua pasangan ini semakin matang.

"Fajar/Rian sudah memperlihatkan kualitas mereka, banyak perkembangan cara bermain dan pola mainnya mulai stabil," ungkap Herry soal pasangan peringkat tujuh dunia itu.

Ganda putra paling muda, yaitu Leo/Daniel juga memperlihatkan perkembangan signifikan, sesuai harapan Pelatnas PBSI. 

Meski langsung tersingkir di babak pertama, Leo/Daniel masih bisa meningkatkan kualitas mereka berbekal pengalaman turnamen kelas atas yang pernah diikuti.

"Leo/Daniel masih dalam proses, walau kalah tapi mereka masih on track. Masih bisa memberikan perlawanan kepada ganda top ten," pungkas Herry. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT