13 October 2021, 06:00 WIB

Nets Larang Irving Berlatih karena Tolak Divaksin


Basuki Eka Purnama | Olahraga

BROOKLYN Nets, Selasa (12/10), memutuskan untuk melarang guard Kyrie Irving ambil bagian dalam latihan dan pertandingan selama musim NBA, yang akan dimulain pekan depan, karena sang pemain menolak divaksin covid-19.

"Seiring berkembangnya situasi dan setelah mempertimbangkan dengan matang, kami memutuskan Kyrie Irving tidak akan bermain atau berlatih bersama tim hingga dia bisa berpartisipasi penuh," ujar General Manager Nets Sean Marks.

"Kyrie telah membuat keputusan pribadi dan kami menghargai hak individunya untuk memilih."

Baca juga: Legenda NBA Michael Jordan Dukung Syarat Vaksinasi

"Saat ini, pilihannya menghalangi dirinya untuk menjadi bagian penuh dari tim dan kami tidak bisa membiarkan anggota tim ambil bagian dengan status paruh waktu," lanjutnya.

Irving merupakan bagian dari trio bintang Nets bersama Kevin Durant dan James Harden.

Namun, akibat pandemi covid-19, pemerintah Negara Bagian New York memberlakukan aturan kesehatan dan keselamatan baru yang tidak mengizinkan atlet yang belum divaksin ambil bagian dalam sesi latihan maupun pertandingan.

Pebasket berusia 29 tahun itu seharusnya bisa bertanding di laga tandang Ners namun pernyataan Marks memastikan hal itu akan terjadi.

Dalam konferensi pers secara daring, Selasa (12/10), Marks mengakui Nets tidak memiliki pilihan lain selain tidak mengikutsertakan Irving.

"Jawabannya iya. Dia memiliki pilihan dan dia telah memilih. Tugas saya adalah membuat keputusan yang terbaik bagi kami dan yang terbaik bagi organisasi," ujar Marks.

"Keputusan itu belum tentu disambut denan positif namun ini adalah keputusan yang berat. Saya juga yakin Kyrie tidak membuat keputusannya dengan mudah," imbuhnya.

Nets akan mengawali musim NBA mereka dengan bertandang ke markas juara NBA Milwaukee Bucks, Selasa (19/10).

Pemain Golden State Warriors Andrew Wiggins juga sempat menolak divaksin namun akhirnya menyerah agar bisa bermain.

Wiggins, setelah menerima vaksin covid-19 Johnson & Johnson, pekan lalu, mengatakan, "Tampaknya tubuh saya bukan lagi milik saya pribadi." (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT