11 October 2021, 21:55 WIB

Pemilihan Ketua PSSI Jawa Barat Diikuti Banyak Kandidat


Bayu Anggoro | Olahraga


PEMILIHAN Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Barat periode 2021-2025 diminati banyak kandidat. Sampai 5 Oktober, sudah tujuh orang yang mendaftar.

Tokoh sepakbola nasional yang juga mantan Ketua PSSI Jawa Barat, Toni
Apriliani, membenarkan bahwa pemilihan kali ini menjadi yang terbanyak.
"Biasanya tidak sebanyak ini," kata Toni di Bandung, Senin (11/10).

Dia berharap banyaknya kandidat yang maju ini bisa disikapi dengan baik
oleh Komite Pemilhan (KP) PSSI Jawa Barat. Terpenting, KP harus memiliki integritas, sehingga bersikap netral, independen, dan tegas.

"Komite pemilihan ini sangat besar dan krusial perannya dalam menentukan calon lolos atau tidak lolos. KP ini harus senetral mungkin, harus dipilih betul. Nanti mereka harus memverifikasi dengan baik, sesuai data yang mereka dapatkan," katanya.

Toni mengakui bahwa sepak bola merupakan olahraga yang paling digemari
sehingga sangat banyak pihak yang berkepentingan di dalamnya. "Kehebatan sepakbola di situ, banyak pihak yang berkepentingan," katanya.

Oleh karena itu, Toni yang juga pernah menjadi Exco PSSI Pusat inipun
kembali menegaskan KP harus independen sehingga tidak bisa diintervensi
oleh siapapun.

"Tidak boleh ada intervensi dari manapun. Keberpihakan KP harus dibuang jauh-jauh, agar pemilihan ini demokratis, tanpa intervensi. Kita harapkan calon yang terpilih nanti berdedikasi dan bisa memajukan sepak bola Jawa Barat, sehingga PSSI dipandang sebagai federasi
sepak bola yang betul-betul merakyat," katanya.

Salah seorang bakal calon ketua umum, Ramram Mukhlis Ramdani optimistis
pemilihan akan berjalan baik. Dia pun meyakini KP PSSI Jawa Barat
memiliki integritas yang tinggi sehingga terbebas dari intervensi
manapun.

"Saya yakin KP akan independen, sehingga dalam menentukan kandidat yang
lolos atau tidak, akan benar-benar berdasarkan hasil verifikasi data,
bukan berdasarkan intervensi dari manapun," katanya. (N-2)

BERITA TERKAIT