09 October 2021, 10:11 WIB

Insiden Kericuhan Tinju PON Papua Berujung Damai


Akmal Fauzi | Olahraga

KERICUHAN antara relawan panitia dan petinju asal DKI Jakarta berakhir damai. Kedua pihak dipanggil Polda Papua untuk mediasi pada Jumat (8/10) malam.

Petinju dari kontingen DKI Jakarta, Jil Mandagi yang menjadi sasaran pemukulan di luar ring tinju.

Pemukulan dikabarkan dilakukan oleh relawan panitia pelaksana pertandingan. Keributan terjadi saat pertarungan antara Jil Mandagi bertanding melawan atlet NTT, Luki Mira Agusto Hari di kelas 52-56kg putra.

Juri memutuskan, pertarungan dimenangkan Luki. Keputusan itu memicu ketidakpuasan Jil Mandagi yang melakukan protes keras.

Saat turun dari ring tinju, Jil membanting pintu dan menendang spanduk pembatas ring hingga pecah. Aksi tersebut memicu kemarahan relawan dan menyebabkan kericuhan.

Wakapolda Papua, Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto yang menjadi mediator meminta semua pihak menjunjung semangat sportifitas, baik atlet, ofisial, pelatih, relawan dan penonton.

"Keduanya telah sepakat untuk berdamai. Kami harapkan semua pihak memberikan informasi yang positif terkait kejadian ini, untuk menjaga situasi aman dan kondusif di tanah Papua," kata Eko Rudi.

"Proses pertandingan dengan hasil menang atau kalah itu biasa. Semua aspek sekarang sedang belajar, baik itu atlet, wasit, hingga penonton," jelasnya.

Perwakilan relawan, Bobirus Yikwa yang bertugas di cabang olahraga tinju PON Papua minta maaf atas kejadian ini.

"Kami menyesal atas peristiwa tersebut. Kami telah sepakat berdamai dengan kontingen dari DKI Jakarta dan saling memaafkan," katanya.

"Kepada semua untuk tidak saling terprovokasi atas kejadian tersebut, untuk itu kami menyerukan kepada kita semua agar penyelenggaraan PON ke XX tetap berjalan aman dan lancar terkendali dan sukses PON hingga usai," jelas Bobirus.

Sementara itu, pelatih kepala tinju DKI Jakarta, Hugo Gosseling, berharap agar stakeholder yang ada di tinju bisa menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai olahraga lainnya. (Mal/OL-09)

BERITA TERKAIT