07 October 2021, 11:52 WIB

Jatim Borong 6 Emas di Cabang Selam PON XX


Akmal Fauzi | Olahraga

JAWA Timur berhasil memborong semua nomor final cabang olahraga selam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang dipertandingkan, Kamis (7/10).

Berlaga di venue akuatik, Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jatim berhasil menyabet enam emas. Di nomor 800 meter surface, Jatim berhasil mengawinkan emas.

Pada sektor putra, Bima Dea Sakti Antono meraih emas usai finis terdepan dengan catatan waktu 6 menit 59,12 detik.

Pada sektor putri, Jawa Timur juga memastikan emas pada nomor 800 meter surface melalui Andhini Muthia Maulida yang mencatatkan waktu tercepat 7 menit 25,95 detik.

Ia mengalahkan wakil Jawa Barat Oza Feby Mulyani yang finis di posisi kedua dengan catatan waktu 7 menit 31,75 detik. Adapun posisi ketiga diraih Amartha Latifa Rahndevi dari Banten dengan catatan waktu 8 menit 01,23 detik.

"Di hari ketiga dari 20 nomor jatim dapat 12 medali emas tentunya ini suport dan dukungan dari semua pihak. Ini semua sesuai target kami sebelumnya yaitu 12 emas," kata Ketua Umum Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Mirza Muttaqien ditemui usai perlombaan.

Baca juga: 13 Atlet Selam Laut Mulai Gelar Uji Coba Pertandingan

Sementara itu, Jatim dan Papua berbagi emas di nomor 50 meter apnea putri. Papua yang menurunkan Margareta Herawati dan wakil Jawa Timur Angeline Soegianto menyelesaikan lomba dengan catatan waktu tercepat yakni 18.10 detik.

"Untuk hasil hari ini saya sangat senang saya sangat puas dengan hasil saya ini karena ini even pertama kalinya saya turun di nomor 50 meter apnea yang saya belum pernah turun sebelumnya," kata Margareta

Terkait catatan waktu yang sama dengan Jatim, Margareta enggan berkomentar lebih. Ia hanya meminta panitia harusnya menyediakan kamera di dalam air untuk melihat lebih detil hasil pertandingan.

"Saya enggak tahu untuk di penghitungan elektronik sistemnya seperti apa, tetapi menurut saya saran saya ke depannya kalau ada nomor 50 meter apnea itu ada kamera di bawah air sehingga untuk finisnya pun lebih akurat untuk dapat terlihat jelas karena finis tetap memakai tangan, bukan hitungan kepala," ucap Margareta.(OL-5)

BERITA TERKAIT