29 September 2021, 19:48 WIB

Jelang Pembukaan PON XX Papua, Aparat Diingatkan soal Prokes dan Keamanan 


Ilham Ananditya | Olahraga

PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin apel kesiapan akhir pengamanan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Rabu (29/9) sore WIT. 

Dalam arahannya, Kapolri mengatakan bila kesuksesan penyelenggaraan PON XX, akan berimbas pada pandangan positif dunia terhadap Indonesia. 

"Apabila PON berjalan baik akan membawa kehormatan bangsa di mata dunia, karena kita mampu melaksanakan event besar pada saat pandemi. Ini menjadi perhatian bersama," ujar Listyo. 

Oleh karena itu, ia mengingatkan, penyelenggaraan PON XX Papua merupakan tanggung jawab semua pihak. 

"Artinya apabila penyelenggaran PON aman dan sukses, maka ini prestasi rekan-rekan semua. Sebaliknya apabila ada gangguan bakal jadi kegagalan kita semua," kata Listyo. 

Dalam pelaksanaan pengamanan, Kapolri mengingatkan jajarannnya akan dua hal. 

Baca juga : Dua Atlet Papua Tambah Koleksi Emas dari Panjat Tebing 

Pertama, mengenai pelaksanaan PON dengan tetap menggunakan aturan protokol kesehatan (prokes), terhadap setiap interaksi dan kerumunan di venue. 

Kedua, terkait masalah pengamanan baik di akomodasi, perjalanan, venue, penonton hingga tamu VVIP. 

"Ketentuan terkait dengan aturan di venue 25 persen dari kapasitas, persyaratan vaksinasi dosis penuh, dan pengecekan prokes juga harus ditegakkan," tutur mantan Kabareskim Polri tersebut. 

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta agar pelaksanaan PON berjalan baik. 

"Pertama terselenggaranya rangkaian acara, termasuk pertandingan dengan sukses dan aman. Kedua menghadapi ancaman covid-19 sehingga tak terjadi klaster PON," tuturnya. 

Dirinya juga meminta jajaran TNI-Polri agar dapat menyelesaikan setiap permasalahan dalam pengamanan dengan pendekatan kultural, budaya, dan kearifan lokal. 

Untuk menjaga keamanan selama pelaksanaan PON XX, TNI-Polri menurunkan sekitar 11 ribu personel gabungan, yang tersebar di empat klaster penyelenggara PON. (OL-7)

BERITA TERKAIT