17 September 2021, 19:26 WIB

KONI: Pelaksanaan PON XX Papua Perlu Mengacu Level PPKM


Ilham Ananditya | Olahraga

JELANG Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Kemenko PMK menggelar rapat membahas pelaksanaan pesta olahraga akbar tersebut. Menko PMK Muhadjir Effendy memimpin rapat yang diselenggarakan secara virtual pada Jumat (17/9) ini.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purnawirawan) Marciano Norman menegaskan bahwa protokol kesehatan ketat menjadi kunci keberhasilan PON di masa pandemi covid-19.

“Keberhasilan PON XX sangat-sangat bergantung pada protokol kesehatan ketat. Atlet-atlet sudah mulai karantina,” ujar Marciano.

Baca juga: Pemprov Papua Harapkan UMKM Tumbuh Usai PON XX

Terkait ketentuan teknis, dirinya mengusulkan agar penyelenggaraan PON XX Papua merujuk pada level PPKM tempat pertandingan. Hal itu juga dilakukan ketika Olimpiade Tokyo 2020, di mana pemerintah Jepang menerapkan "State of Emergency".

Adapun seluruh klaster, baik Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, maupun Kabupaten Merauke menyandang status PPKM level 3. Dalam Instruksi Mendagri tentang PPKM, ada aturan bagi kegiatan olahraga. Misalnya, jumlah orang yang diizinkan berada di dalam fasilitas olahraga.

Pihaknya pun berharap agar jumlah orang yang diizinkan masuk venue pertandingan merujuk peraturan PPKM. Termasuk, upacara pembukaan PON XX yang diharapkan hanya dihadiri 25% dari total kapasitas, yang mencakup tamu undangan, petugas, atlet dan penonton.

Baca juga: BNPT Waspadai Serangan Terorisme Saat PON

Kontingen yang hadir juga perlu dibatasi mobilisasinya. Seperti, hanya diperbolehkan ke tempat pertandingan dan tempat penginapan dengan kendaraan yang sudah disediakan. Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah PON XX Papua Mayjen TNI (Purnawirawan) Suwarno menekankan agar lini konsumsi segera mendapat dukungan dari APBN.

Lebih lanjut, dia menyoroti kapasitas laboratorium untuk test PCR yang sangat terbatas. Padahal, tes PCR dibutuhkan sebagai syarat penerbangan. Adapun aboratorium di Jayapura hanya bisa memfasilitasi 200 orang per hari. Persoalan itu harus segera diantisipasi.

“Yang ditambahkan safety tanggul di belakang Perum AURI, lalu penambahan safety di backstop outdoor. Sudah dalam progres," imbuh Suwarno.(KONI/OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT