17 September 2021, 17:14 WIB

Presiden Jokowi: Prestasi Atlet Paralimpiade Turut Pacu Prestasi Atlet Lain


 Ilham Ananditya | Olahraga

 Ilham Ananditya

Presiden Jokowi Berikan Bonus, Rima Ferdianto Apresiasi Pemerintah

Berita ini sudah di-publish oleh: Deri Dahuri pada Jumat, 17 September 2021 17:04 WIB

PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo memberikan apresiasi dan pujian atas torehan prestasi atlet kotingen Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020 yang telah berhasil menyumbang sebanyak sembilan medali. Menurut Jokowi, prestasi yang diraih para atlet difabel tersebut membanggakan bangsa dan negara.

Presiden Jokowi menerima kedatangan rombongan atlet kontingen Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/9). Rombongan tersebut dipimpin langsung Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali.

Dalam acara tesebut, pemerintah memberikan penghargaan berupa bonus kepada para atlet baik yang meraih medali maupun tidak. Termasuk juga pelatih dan ofisial atas torehan prestasi yang mereke berhasil buat.

“Pemerintah memberikan penghargaan berupa bonus. Peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp5,5 miliar, peraih medali perak Rp2,5 miliar, dan medali perunggu Rp1,5 miliar,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi para atlet termasuk masyarakat untuk terus berprestasi.

“Jangan lalai untuk mempersiapkan diri, ingat pada Olimpiade di Prancis ini tinggal tiga tahun lagi pada 2024. Agar nanti kita bisa meraih medali dan prestasi yang lebih tinggi lagi,” harapnya.

Wakil Sekjen Komite Paralimpiade Nasional (NPC Indonesia), Rima Ferdianto juga mengungkapkan dirinya merasa bersyukur atas bentuk perhatian pemerintah kepada atlet-atlet difabel yang telah berjuang di Tokyo beberapa waktu lalu.

"Kita sangat bersyukur, pemerintah benar-benar menghargai dan menyetarakan hak-hal atlet difabel," tutur Rima kepada Media Indonesia, Jumat (17/9) sore.

"Tentu saja para atlet yang lain akan semakin terpacu semangatnya, dengan adanya pemicu penghargaan yang fenomenal ini. Sehingga level persaingan para atlet elit ke depannya kita harapkan semakin sengit sehingga akan terlahir banyak juara di ajang internasional," lanjut Rima.

Melihat kesempatan ini ke depannya, Rima menjelaskan bahwa atlet-atlet difabel juga memerlukan regenerasi untuk persiapan pembinaan yang kini juga sudah mengacu pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

"Akhir November akan ada event Asian Youth Para Games di Bahrain, kita nanti akan adakan seleksi nasional untuk atlet-atlet muda berangkat ke sana," jelas Rima.

"Kemudian ada juga Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) yang kita harapkan memunculkan atlet-atlet muda generasi baru karena kita membatasi keikutsertaan atlet-atlet internasional untuk mengikuti ajang Peparnas ini," tambahnya.

Rima mengungkapkan alasan tersebut, terlebih karena dirinya menginginkan adanya dominasi baru dari atlet lain untuk memberikan suasana kompetitif.

Menurutnya, atlet-atlet pembinaan sebelumnya sudah ditargetkan untuk dapat berlaga di ajang internasional. Terutama pembinaan yang kini berporos pada target Olimpiade sebagai sasaran utama.

"Atlet-atlet internasional hanya boleh ikut satu nomor saja di Peparnas agar menstimulir munculnya juara-juara nasional baru," tutur Rima. (And/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT