15 September 2021, 17:12 WIB

BNPT Waspadai Serangan Terorisme Saat PON


Putra Ananda | Olahraga

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar meminta semua pihak untuk mewaspada potensi serangan terorisme yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua. 

Adapun kegiatan olaharga tingkat nasional tersebuk akan berlangsung mulai 2 hingga 15 Oktober 2021 mendatang. 

"Dalam upaya agar pelaksanaan PON bisa berjalan ini kita telah memberikan masukan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan karena serangan terorisme dalam PON itu adalah sebuah keniscayaan," kata Boy dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, Rabu (15/9).

Kewaspadaan tersebut dikatakan oleh Boy dilakukan untuk menjamin kelancaran dan keamanan pelaksanaan PON di Papua. BNPT terus melakukan koordinasi dengan jaringan intelijen yang tersebar di Papua. Menurut Boy, Papua merupakan daerah pertama yang berkaitan dengan kelompok ISIS. 

Baca juga : Hadiah Rp300 Juta untuk Atlet Sumsel Peraih Emas PON Papua

"Kita tentu tidak ingin dipermalukan dengan aksi-aksi itu karena tentu Papua sendiri merupakan daerah yang pertama berkaitan dengan ISIS pernah dilakukan penangkapan terhadap 11 warga masyarakat di Merauke pada akhir Mei lalu dan saat ini telah dilakukan proses hukum," jelasnya.

Adanya retentan aksi terkor dari KKB di Papua yang terjadi sejak awal tahun 2021 semakin menegaskan bahwa negara harus waspada terhadap potensi terorisme saat pelaksanaan PON di Papua. 

Dikatakan Boy, BNPT akan melakukan koordinasi dengan Menkopolhukam untuk memastikan pelaksanaan PON Papua bisa berjalan dengan aman. 

"Kami BNPT memberikan masukan kepada petugas penanggung jawab bidang keamanan dan besok pun masih dibahas kembali bersama bapak Menko Polhukam rencananya pada Jumat siang," ujarnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT