15 September 2021, 07:45 WIB

Ujah Positif Doping, Britania Terancam Kehilangan Medali Perak Olimpiade Tokyo 2020


Basuki Eka Purnama, Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

MEDALI perak yang dimenangkan tim Britania Raya di nomor lari estafet 4x100 meter di Olimpiade Tokyo 2020 hampir dipastikan dicabut setelah Badan Uji Internasional (ITA), Selasa (14/9) mengungkapkan bahwa sampel B dari pelari CJ Ujah positf doping.

Ujah memberikan sampel pada 6 Agustus, hari yang sama dia ambil bagian dalam final lari estafe 4x100 meter yang menghasilkan medali perak untuk tim Britania Raya.

Jika tim Britania Raya didiskualifikasi, Kanada akan meraih medali perak dan Tiongkok naik ke posisi perunggu.

Baca juga: Biles akan Bersaksi di Senat AS Soal Pelecehan Seksual di Pelatnas Senam

"ITA mengonfirmasi, atas permintaan sang atlet, hasil analisa sampel B yang dilakukan di laboratorium bersertifikat WADA di Tokyo pada 19 Agustus 2021 mengonfirmasi hasil dari sampel A," ujar ITA dalam pernyataan resmi.

"Karenanya, ITA kemudian mengajukan kasus ini ke Divisi Antidoping Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS ADD)," lanjut ITA.

Sampel Ujah terbukti positif mengandung zat terlarang Ostarine dan S-23. Kedua zat itu biasa digunakan ntuk memperbesar otot.

ITA kemudian mengutip aturan Badan Antidoping Dunia yang berbunyi, "Jika atlet yang melanggar aturan antidoping bertanding sebagai anggota tim estafet, tim itu otomatis didiskualifikasi, dengan seluruh hasil, termasuk medali, poin, dna hadiah uang dibatalkan."

Ujah telah diskors setelah hasil sampel A membuktikan dia menggunakan doping.

Pada 14 Agustus lalu, Ujah mengaku sangat terkejut dan terpukul dengan hasil tes doping itu.

"Saya dengan tegas mengatakan saya bukan orang yang curang dan tidak akan pernah dengan sengaja mengonsumsi zat terlarang. Saya cinta olahraga ini dan saya saya mengetahuio tanggung jawab saya sebagai atlet dan anggota tim," tegas Ujah. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT