14 September 2021, 11:48 WIB

Murray Sebut Keberhasilan Raducanu Jadi Juara di AS Terbuka Penting untuk Britania


Basuki Eka Purnama | Olahraga

ANDY Murray menjabarkan gelar Amerika Serikat (AS) Terbuka Emma Raducanu sangat istimewa setelah ia menjadi petenis putri Britania pertama yang memenangi gelar tunggal Grand Slam dalam 44 tahun, Sabtu (11/9).

Sembilan tahun setelah Murray memenangi gelar Grand Slam pertamanya di AS Terbuka, Raducanu, yang berusia 18 tahun, mencengangkan dunia tenis dengan mengalahkan sesama petenis remaja Leylah Fernandez di Flushing Meadows.

Raducanu, pemain kualifikasi pertama yang memenangi gelar Grand Slam, tidak kehilangan satu set pun sepanjang turnamen.

Baca juga: Gagal Sapu Bersih Gelar Grand Slam dalam Setahun, Djokovic Malah Mengaku Lega

"Luar biasa yang dia lakukan di sana," kata Murray, yang merupakan petenis yang mengakhiri penantian Britania Raya atas gelar Grand Slam putra selama 76 tahun, ketika ia mengalahkan Novak Djokovic pada final 2012 kepada BBC, Selasa (14/9).

"Yang ia lakukan di New York adalah sangat istimewa, dorongan besar bagi tenis Inggris dan mudah-mudahan memberi badan tenis kesempatan untukmemanfaatkannya dan mendapat lebih banyak anak-anak terlibat dalam olahraga tersebut. Luar biasa yang ia lakukan dan kesempatan besar bagi tenis Inggris sekarang," lanjutnya.

Murray yang berusia 34 tahun, sudah lama memikul beban tenis Britania Raya, mengatakan ia tahu betapa bagusnya Raducanu ketika ia mencapai putaran keempat Wimbledon pada awal tahun ini.

"Saya menghabiskan sedikit waktu di sekitar dia di lapangan latihan, tetapi lebih dari itu di gedung yang sama, berlatih berdekatan satu sama lain, dan menyaksikan apa yang ia lakukan, dan ia jelas sangat, sangat bagus," kata mantan petenis nomor satu dunia itu. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT