08 September 2021, 11:13 WIB

Cedera Paha Akhiri Kiprah Alcaraz di AS Terbuka


Basuki Eka Purnama, Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

PETENIS remaja Spanyol Carlos Alcaraz, petenis termuda yang mencapai perempat final Amerika Serikat (AS) Terbuka dalam tempo 58 tahun, harus mengakhiri petualangannya di turnamen Grand Slam itu karena cedera paha kanan.

Petenis Kanada Felix Auger-Aliassime memimpin 6-3 dan 3-1 ketika lawannya yang berusia 18 tahun mengundurkan diri.

Karenanya, Auger-Aliassime melaju ke semiifnal AS Terbuka untuk berhadapan dengan unggulan kedua asal Rusia Daniil Medvedev.

Baca juga: Sabalenka Kalahkan Krejcikova di Perempat Final AS Terbuka

"Rasanya berat mengakhiri turnamen seperti ini. Saya tidak punya pilihan lain. Saya harus merawat tubuh saya dan tetap sehat. Saya tidak merasa nyaman untuk terus bermain," ujar Alcaraz.

Alcaraz, yang berperingkat 55 dunia, berpeluang menjadi semifinalis AS Terbuka termuda sejak 1960 dan termuda di Grand Slam apa pun sejak Michael Chang menjadi juara Prancis Terbuka 1989 di usia 17 tahun.

Dia juga berpeluang menjadi petenis putra pertama yang mencapai semifinal AS Terbuka di penampilan debutya sejak Eric Sturgess pada 1948.

Cedera paha itu dialami Alcaraz setelah dia tampil lima set di dua laga berturut-turut.

"Saya sudah merasakan masalah ini sejak sebelum pertandingan. Saya mengawali laga dengan rasa sakit. Di awal set kedua, rasa sakitnya semakin parah," ungkap Alcaraz.

Alcaraz merupakan petenis termuda yang mencapai babak perempat final AS terbuka sejak 1963.

"Laga-laga ini memberi saya banyak pengalaman. Turnamen ini sangat berarti bagi saya. Saya tampil luar biasa dan sangat senang bisa mencapai babak perempat final," kata Alcaraz.

Laga antara Auger-Alliasime dan Alcaraz merupakan laga yang menampilkan dua petenis termuda di permepat final AS Terbuka setelah petenis Australia Pat Cash, 19, berhadapan dengan petenis Swedia Mats Wilander, 20, di perempat final AS Terbuka 1984.

"Apa yang terjadi sangat disayangkan. Meski begitu, dia harus bangga dengan apa yang dicapainya di sini," pungkas Auger-Alliasime. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT