28 August 2021, 14:38 WIB

Tiga Venue Tambahan PON XX Papua Selesai Dibangun


M. Ilham Ramadhan Avisena |

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan tiga venue tambahan untuk mendukung PON XX Papua. Rinciannya, sepatu roda, dayung dan panahan.

Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo berharap dengan terbangunnya semua venue PON, Pemerintah Provinsi Papua dapat mengelola dengan baik. "Sebab merawat aset yang terbangun jauh lebih sulit ketimbang pembangunannya," ujar Wempi dalam keterangan pers, Sabtu (28/8).

"Aset dengan nilai investasi yang sangat mahal harus bisa dimanfaatkan dan dipelihara pemuda Papua, demi mengukir prestasi olah raga nasional di Timur Indonesia," imbuhnya.

Ketiga venue tambahan tersebut mulai dikerjakan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Papua Ditjen Cipta Karya sejak 25 Februari 2020. Anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan ketiga venue mencapai Rp128,2 miliar. 

Baca juga: Sofbal Jadi Cabor Pembuka di PON XX Papua

Proyek tersebut dibangun oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dengan Manajemen Konstruksi PT Yodya Karya (Persero). Untuk arena sepatu roda berlokasi di daerah Bumi Perkemahan Waena, Kota Jayapura, dengan luas lahan 26.520 m2 dan luas bangunan 6.067 m2. 

Venue sepatu roda dilengkapi beberapa sarana dan prasarana pendukung. Seperti, tribun berkapasitas 650 orang, sistem penerangan untuk lintasan 1.501 lux dan penerangan safe zone 449 lux, sistem tata suara, hingga scoring board.

Kemudian, arena dayung dibangun tidak jauh dari Jembatan merah Youtefa yang membentang di atas Teluk Youtefa. Dukungan infrastruktur venue dayung diawali pembangunan pengaman pantai berupa reklamasi seluas 10.000 m3. 

Selanjutnya di area reklamasi dibangun gudang perahu seluas 1.750 m2, ponton modular 521 m2, gangway 2 unit dan 1 unit menara finish setinggi 14,4 meter. Venue tersebut memiliki lintasan sepanjang 2.200 meter dengan lebar 81 meter (9 lintasan).

Baca juga: Mahfud Pastikan Kendala Teknis PON XX Bisa Ditangani

Lalu, dilengkapi 1 unit menara start, 5 unit menara pantau, 8 unit penanda jarak, 8 unit pancang penahan dan 2 unit obstacle canoe slalom. Arena panahan dibangun di kawasan kompleks olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Venue tersebut memanfaatkan lahan seluas 40.863 m2 dan luas bangunan 1.217 m2 dengan landsekap pegunungan Cycloop.

Di kawasan arena panahan, PON juga dilengkapi lapangan bertanding seluas 10.100 m2 dan lapangan latihan seluas 8.207 m2. Pada lapangan tanding dilengkapi sistem pembuangan air di bawah lapangan, penerangan, dan tata suara. 

Ketiga venue tambahan sudah dimanfaatkan oleh sejumlah atlet, khususnya kontingen Papua dan Papua Barat, untuk berlatih. Sebelumnya, Kementerian PUPR menyelesaikan empat venue utama dan sudah diserahterimakan kepada Pemprov Papua pada Juni 2021 lalu.

Adapun rinciannya, arena Aquatic dan Istora Papua Bangkit di kawasan Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur. Lalu, venue Cricket dan lapangan Hockey (indoor dan outdoor) di kompleks olahraga Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.(OL-11)
 

 

BERITA TERKAIT