20 August 2021, 16:27 WIB

TdS 2021 Akan Digelar Dengan Protokol Covid-19 Ketat


Yose Hendra | Olahraga

EVENT balap sepeda internasional dan terbesar di Indonesia, Tour de Singkarak (TdS) 2021 tetap akan  diselenggarakan di tengah pandemi. Namun, TdS 2021 ini sedikit  berbeda dibanding perhelatan tahun-tahun sebelumnya.

Kadis Pariwisata Sumatra Barat (Sumbar) Novrial mengatakan, pelaksanaan TdS 2021 akan menerapkan protokol kesehatan dengan sistem bubble. "Pelaksanaan TdS ini kita rencanakan terselenggara pada Oktober mendatang dengan rute hanya 5 etape saja. Penerapan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari kedatangan peserta baik dari luar maupun dalam negeri, saat perlombaan, dan juga saat meninggalkan Sumbar. Permerintah juga sudah sepakat dengan PB ISSI untuk memasukan Singkarak Grand Fondo 2 etape dalam TdS 2021," sebut Novrial, Jumat (20/8).

Lebih rinci ia menjelaskan, bagi partisipan dari luar negeri harus  melakukan karantina selama delapan hari di Jakarta sebelum menuju
Sumbar. Mereka juga harus Menunjukan dokumen kesehatan bebas Covid-19, melakukan test PCR 72 jam sebelum ke Sumbar.

Saat masuk Sumbar, kembali melakukan test swab dan apabila positif  covid-19, maka dilakukan isolasi dan dilarang mengikuti kegiatan TdS 2021.

Saat perlombaan, dilarang berinteraksi sosial di luar cluster zona yang sudah ditentukan, dan akan dilakukan screening di tiap-tiap venue serta pemberlakuan akses kontrol. Selain itu, katanya, pemerintah juga sudah bekerja sama dengan beberapa bank guna pengaplikasian e-Money (uang elektronik) sebagat alat transaksi ekonomi sah selama berlangsungnya event tersebut.

"Ini merupakan rakor tahap awal, semua pembahasan masih belum final. Nantinya akan masih ada rakor lanjutan untuk pematangan pelaksanaan TdS 2021," jelasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT