13 August 2021, 22:00 WIB

Manfaat Plank dan Posisi Gerakan yang Benar


M. Ilham Ramadhan Avisena | Olahraga

MANFAAT plank dinilai lebih efektif ketimbang olahraga perut lain seperti sit-up maupun crunches. Plank juga dinilai salah satu prosedur sederhana namun fungsional dan praktis. 

Plank merupakan gerakan olahraga yang mengharuskan seseorang menempatkan kedua sisi tangannya, termasuk siku di permukaan lantai atau tanah, dan memosisikan tubuh seperti melakukan push up. Posisi plank itu akan membuat perut mengalami tekanan dan itu menandakan otot tengah bereaksi terhadap gerakan tersebut.

Lalu apa saja manfaat plank tersebut? Mengutip dari laman hellosehat.com, setidaknya ada lima manfaat dari gerakan plank. 

Pertama, memperbaiki postur tubuh. Posisi plank membuat otot-otot bagian atas tubuh tertarik ke belakang dan turun. Di waktu yang sama, plank akan mengoreksi tulang belakang yang bengkok sekaligus memperkuat daerah punggung atas dan bahu leher, serta dada dan otot perut. 

Selain itu, plank juga melatih otot-otot punggung bawah, pinggul, dan panggul sebagai pusat gravitasi. Bila plank dilakukan rutin, maka postur tubuh akan menjadi lebih baik dan stabil. Terbiasa melakukan plank juga akan membuat posisi duduk lebih tegap tanpa harus memaksakannya. 

Kedua, meningkatkan kelenturan tubuh. Rutin melakukan plank akan membangun otot inti yang stabil, tapi juga tetap fleksibel. Otot yang fleksibel dapat menstabilkan koordinasi tubuh sekaligus membuat jangkauan gerak yang leluasa dan efisien. 

Otot tubuh yang lentur juga bekerja sebagai penahan benturan alami pada sendi, dan membantu mencegaj risiko cedera serta mengurangi rasa sakit akibat cedera selama olahraga atau kegiatan lain. 

Baca juga :  : Bangun Kepedulian dan Solidaritas Warga Hadapi Covid-19

Ketiga, memantapkan keseimbangan tubuh. Gerakan plank yang mengharuskan menahan tubuh dalam posisi waktu lama dapat memperkuat otot-otot bagian tengah tubuh, punggung bagian atas, bahu, serta panggul. 

Otot-otot inti yang kuat akan membantu menciptakan pusat gravitasi tubuh lebih stabil dan keseimbangan tubuh kian mantap. Alhasil, potensi untuk goyah atau terjatuh saat berjalan menjadi minim saat beraktivitas. 

Keempat, mengencangkan perut. Perut setidanya mengendapkan lemak sekitar 10% dari total lemak tubuh. Melalui gerakan plank yang rutin, perut akan menjadi rata dan kencang. Sebab, dengan gerakan plank, metabolisme tubuh akan teroptimalisasi untuk membersihkan racun, penyerapan gizi, hingga pengeturan keseimbangan hormon yang lebih efisien. 

Kelima, membakar kalori. Plank dapat membakar kalori layaknya seperti melakukan olahraga kardio. Banyaknya kalori yang dibakar selama latihan tergantung pada berat badan dan berapa lama melakukan latihan plank. Biasanya, orang dengan berat badan sekitar 68 kg bisa membakar 3 kalori/menit saat melakukan latihan plank.

Namun untuk diketahui, meski gerakan plank memiliki ragam manfaat, latihan itu tidak cocok untuk orang yang pernah mengalami cedera bahu. 

Lalu, bagaimana gerakan plank yang benar dan bisa bertahan lama? Kuncinya ialah melakukan plank secara rutin setiap hari. Lakukan plank secara bertahap dengan periode singkat di awal percobaan. Bagi pemula misalnya, lakukan plank sekitar 5 detik dalam seminggu pertama. 

Setelah periode itu dilalui, maka lama gerakan plank dapat ditambah dengan melakukan jeda setiap 5 detik. Lakukan itu secara berulang 3 hingga 6 kali dalam satu sesi plank. Bila periode itu dirasa berhasil dilalui tanpa masalah, maka lakukan peningkatan waktu secara bertahap.(OL-7)

BERITA TERKAIT