09 August 2021, 18:38 WIB

Kontingen Paralimpiade Indonesia Bertolak Ke Tokyo pada 17 Agustus


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

WAKIL Sekertaris Jenderal Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) Rima Ferdianto mengatakan, Kontingen Paralimpiade Indonesia dijadwalkan akan berangkat ke Tokyo untuk berpartisipaisi di Paralympic Games 2020 pada 17 Agustus 2021 mendatang.

Dapat diketahui sebelumnya, Indonesia akan mengirimkan sebanyak 23 atlet pada kejuaraan multievent Paralympic Games 2020 Tokyo yang akan dimulai pada 24 Agustus itu, dengan rincian 7 atlet cabang olahraga (Cabor) para Atletik, 7 atlet cabor para bulu tangkis, 3 atlet cabor para tenis meja, 2 atlet cabor para renang, 2 atlet cabor para menembak, 1 atlet cabor para cycling, 1 atlet para powerlifting.

"Keberangkatan akan dibagi menjadi 4 kloter tanggal 17 Agustus tenis meja, renang dan balap sepeda, tanggal 19 Agustus badminton dan angkat berat, tanggal 20 Agustus atletik dan rombongan utama, dan terakhir tanggal 23 Agustus menembak," kata Rima saat dihubungi, Senin, (9/8).

Dijelaskan Rima, jelang keberangkatan seluruh kontingen Indonesia saat ini tengah melakukan karantina dan dilarang bertemu dengan orang luar untuk menghindari penularan Covid-19.

"Tiga minggu terakhir ini atlet-atlet maupu  seluruh anggota kontingen sudah kita karantina total, jadi sudah ga bisa bertemu dengan orang orang luar sama sekali. Dan kita juga harus menjalni swab pcr selama 7 hari berturut-turut sebelum keberangkatan dan hasilnya harus negatif semua," ujar Rima.

Saat ditanya terkait target, disebutkan Rima NPCI menargetkan 1 medali emas dalam Paralympic Games 2020, dan masuk ke peingkat 60 besar di klasemen.

"Di tahun 2016 Paralympic Rio kita memberangkatkan 9 atlet dari 4 cabor dengan raihan 1 medali perunggu dan menduduki peringkat ke 76," sebut Rima.

"Dan di tahun 2021 Paralympic Tokyo ini kita memiliki beberapat target yakni, menargetkan lolos 15 atlet, cabor lolos minimal 6 cabor, meraih minimal 1 medali emas dan memperbaiki peringkat masuk ke 60 besar dunia," imbuhnya.

Berbicara terkait peluang 1 medali emas, Rima mengatakam peluang tersebut tebuka di beberapa cabang olahraga seperti bulu tangkis, atletik, hingga tenis meja dan dia berharap hal tersebut dapat tercapai.

"Sejauh ini dua target sudah terlewati yakni atlet lolos menjadi 23 atlet jauh diatas target 15 atlet, dan cabor lolos sudah 7 cabor dari target 6 cabor. kita berharap dapat mencapai dua target lainnya," terangnya

"Peluang meraih medali yang terbesar tentu saja di bulu tangkis, tapi tenis meja, powerlifting, dan atletik juga punya kans medali. Sementara untuk cycling, renang dan shooting kita target masuk final atau 8 besar saja," tukasnya. (Rif/OL-09)

BERITA TERKAIT