04 August 2021, 05:08 WIB

Atlet Australia Rusak Kamar di Perkampungan Atlet dan Ribut di Pesawat


Basuki Eka Purnama | Olahraga

ATLET-ATLET Australia merusak kamar di Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo 2020 saat hendak pulang ke negara mereka, sementara atlet-atlet
Australia lainnya menunjukkan perilaku tidak terpuji saat dalam penerbangan pulang. Hal itu diakui Komite Olimpiade Australia, Selasa (3/8).

Sejumlah atlet merusak tempat tidur dan melubangi dinding kamar, tapi tidak ada yang dikenai hukuman setelah mereka meminta maaf, kata ketua Tim Australia Ian Chesterman, tanpa mengungkapkan nama-nama atlet atau cabang olahraga asal atlet-atlet itu.

"Sejumlah anak muda berbuat salah. Mereka meninggalkan kamar dalam kondisi yang tidak dapat diterima," kata Chesterman.

Baca juga: Indonesia Diharapkan Bertahan di Peringkat 40 besar

Namun dia menambahkan kerusakan itu kecil. "Kamar-kamar itu tidak sepenuhnya berantakan."

Dia mengungkapkan para atlet itu mengaku menyesal telah melakukan kesalahan.

Rugby Australia menyatakan telah meluncurkan penyelidikan setelah diberitahu ofisial tim Australia tentang perilaku 'tidak dapat diterima' yang dilakukan pemain-pemain rugby dalam penerbangan pulang dari Olimpiade.

"Rugby Australia sudah diberitahu mengenai insiden yang melibatkan tim rugby tujuh Australia setelah diberitahu Komite Olimpiade Australia," kata badan rugby Australia itu.

"Rugby Australia telah memulai penyelidikan internal mengenai masalah ini. Rugby Australia mengharapkan adanya standar tertinggi dari semua staf, meneladani nilai-nilai olahraga kami - respek, integritas, semangat, dan kerja tim," lanjut organisasi itu

Chief Executive Officer Komite Olimpiade Australia Matt Carroll mengaku sudah menerima laporan dari CEO rugby guna menyelidiki laporan perilaku gaduh dalam penerbangan ke Sydney, Jumat (30/7) lalu.

"Ini sangat mengecewakan tetapi (badan pengelola) Rugby telah memberi tahu saya bahwa perilaku seperti itu tentu saja tidak dapat diterima dan dengan tulus meminta maaf kepada Tim Olimpiade Australia," ujar Carroll.

"CEO telah mengambil tindakan yang tepat dan melaporkan kembali kepada kami," pungkasnya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT