03 August 2021, 05:08 WIB

Greysia Sebut Erick Thohir Berjasa Jadi Penyemangat Selepas Olimpiade London


Akmal Fauzi | Olahraga

PEBULU tangkis ganda putri Greysia Polii punya kesan khusus dengan Menteri BUMN Erick Thohir dalam perjalanan kariernya. Erick, yang saat ini menjadi International Olympic Committee (IOC) Member, merupakan sosok yang terus memberi semangat Greysia sejak gagal di Olimpiade London 2012.

"Selamat Greysia dan Apriyani," kata Erick dalam sambungan video conference dengan Greysia dan Apriyani Rahayu yang diunggah di akun Instagramnya.

Greysia mengatakan dukungan Erick kepada dirinya sudah sejak lama yakni sejak 2012.

Baca juga: Ngaku Nonton Full Greysia/Apriani, Jokowi Ikutan Deg-degan

"Makasih, Pak. Bapak yang selalu bilang sama saya jangan menyerah," ujar Greysia kepada Erick.

Erick, pada 2012, merupakan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia di Olimpiade London. Saat itu, Greysia, yang berpasangan dengan Meiliani Jauhari didiskualifikasi dari pesta olahraga sejahat itu.

Keduanya dinilai sengaja mengalah saat laga terakhir babak penyisihan Grup C, untuk menghindari bertemu pasangan Tiongkok Wang Xiaoli/Yu Yang di babak perempat final.

Empat tahun sesudahnya, Greysia kembali berlaga di Olimpiade. Kali ini, dia berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Kedua berhasil mencapai babak perempat final.

Nitya, yang mengalami cedera parah, sempat membuat Greysia berpikir untuk pensiun.

"Bapak, waktu 2012, selalu bilang sama saya, maju untuk 2016. Ketika 2016, waktu itu, bapak juga yang bilang sama saya, 'Jangan berhenti dulu Greys, 2020 masih ada," kata Greysia.

"Dan ini Pak, hadiahnya buat bapak," ujar Greysia sambil mengangkat medali emasnya.

"Luar biasa permainnya. Top. Top. Selamat. Sampai ketemu di Jakarta. Nanti kita kasih hadiah," ujar Erick.

Dalam unggahan di Instagramnya itu, Erick mengenang saat masih menjadi CdM Tim Indonesia pada 2012. Dia terus memberi semangat Greysia untuk terus berkarier meski gagal di Olimpiade London saat itu.

"Mengenang kembali saat saya menjadi chef de mission Tim Indonesia di Olimpiade London 2012. Saat itu, Greysia Polii dengan pasangannya Meiliani Jauhari harus mundur dari ajang Olimpiade. Sebagai cdm, tidak ada waktu untuk kecewa, saya harus mengangkat kembali semangat Gresyia," tulis Erick.

"Hari ini adalah pembuktian dari perjuangan. Buah dari kerja keras dan kegigihan yang luar biasa. Sebuah sikap yang bisa menjadi contoh anak bangsa lainnya, bahwa selalu ada asa selama kita terus berusaha dan memberikan yang terbaik," lanjutnya.

Ganda Putri Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil menyabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Mereka mengalahkan pasangan Tiongkok, Chen Qingchen dan Jia Yifan di babak final, 21-19 dan 21-15, di Musashino Forest Sports Plaza, Senin (2/8). (OL-1)

BERITA TERKAIT