02 August 2021, 16:00 WIB

Menjaring Bibit Unggul Melalui Festival Catur BPK Penabur Cup


Budi Ernanto | Olahraga

BPK Penabur kembali bekerjasama dengan Percasi dan Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) menyelenggarakan kompetisi catur, kali ini bertajuk Festival Catur Pelajar Tingkat  Nasional - BPK Penabur Cup 2021. Selain jadi kegiatan yang bersifat edukasi dan menghibur, ajang tersebut juga bertujuan untuk mensosialisasikan catur ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dan sekaligus menjaring bibit unggul bahkan sampai ke seluruh pelosok Tanah Air.

Festival tersebut akan diikuti oleh seluruh pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Pertandingannya digelar secara online dan dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu, babak kualifikasi yang akan digelar pada 14 dan 15 Agustus. Lalu, babak final pada 22 Agustus dan  menggunakan Protocol Fide yaitu ketentuan Fide untuk penyelenggaraan turnamen catur online. Adapun pembagian kategori yang dipertandingkan ialah pelajar kelas 1-3 SD, kelas 4-6 SD, kelas 7-9 SMP, serta kelas 10-12 SMA, dengan setiap kelompok tersebut ada nomor khusus untuk putri. 

“Kami berharap turnamen terbuka online ini bisa diikuti oleh ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Sudah saatnya mengembangkan potensi siswa melalui catur,” ujar Budijanto Gunawan selaku Ketua Panitia Festival Catur Pelajar Tingkat Nasional - BPK Penabur Cup 2021 dalam konferensi pers secara virtual pada Senin (2/8). 

Budijanto juga menambahkan turnamen ini juga dijadikan tolok ukur untuk tingkat kejujuran para peserta apalagi mereka adalah para pelajar karena olahraga membutuhkan sportivitas. 

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan BPK Penabur Adri Lazuardi menjelaskan bahwa ajang tersebut juga sejalan dengan tema HUT ke-71 BPK Penabur, yaitu Berbagi dan Berdampak Bagi Sesama. Melalui catur, diharapkan tumbuh bibit- bibit baru yang kelak bisa membanggakan negara, dan sekaligus juga mengasah lebih tajam karakter jujur, sportifitas tinggi, dan semangat untuk berjuang mencapai yang terbaik. Dari BPK penabur terdaftar sekitar 400 peserta dari perwakilan BPK Penabur di 15 kota dan diharapkan jumlah pesertanya secara nasional bisa mencapai 1.500 peserta.

"ini menjadi kehormatan kerena BPK Penabur mendapat kepercayaaan untuk menggelar turnamen catur online pelajar tingkat nasional dan bisa menemui pecatur baru pengganti GM Utut Adianto, GM Susanto Megaranto maupun IM Irene Kharisma Sukandar," tambah Adri.

Baca juga: Irene dan Medina Menang di Hari Pertama Piala Dunia Catur Putri

"Kesediaan BPK Penabur untuk menggelar turnamen online Pelajar Tingkat Nasional adalah hal yang luar biasa dan patut mendapat penghargaan," sambut Dewan Pembina Percasi Eka Putra Wirya. Menciptakan pecatur tingkat internasional bukanlah pekerjaan mudah karena membutuhkan waktu dan dengan adanya sinergi antara Percasi dengan BPK Penabur proses percepatan pecatur berkualitas bisa tercapai," Imbuh Eka.

Dalam kegiatan ini juga dimunculkan sebuah maskot bernama Ben. Nama Ben diambil dari salah satu bidak catur yang dikenal dengan istilah ‘benteng’ yang memiliki gerak lurus ketika bergerak dalam permainan. Benteng tidak dapat bergerak ketika terhalan buah catur lainnya dan hanya dapat melompati buah catur lainnya saat melakukan rokade. 

Rokade adalah gerakan khusus dalam permainan catur yang melibatkan benteng dan raja dengan warna yang sama. Rokade merupakan tujuan penting dalam bagian awal permainan, karena memiliki 2 tujuan bernilai memindahkan raja ke tempat yang lebih aman dari tengah papan, dan memindahkan benteng ke tempat yang lebih aktif di tengah papan.

Lebih lanjut Budijanto menjelaskan filosofi gerak lurus (jalan lurus) benteng dalam permainan, mengingatkan kita pada kualitas karakter ketaatan, kesetiaan, kesabaran, penguasaan diri dan kejujuran. Tujuan gerakan rokade yaitu memindahkan raja ke tempat yang lebih aman, bisa dihubungkan dengan karakter pengorbanan, kebaikan. Aturan dalam rokade, merefleksikan pada kita bahwa dalam hidup ada aturan. Tindakan yang mengikuti aturan yang berlaku adalah bagian dari karakter ketaatan dan kejujuran. 

Adapun serangkaian kegiatan yang dilakukan, dimulai dengan acara coaching clinic pada tanggal 7 Agustus untuk siswa SD, SMP, hingga SMA. Pada 10 Agustus, diadakan Trial Turnamen 1 , dan 12 Agustus 2021 akan dilaksanakan Technical meeting dan Trial Turnamen 2 serta talkshow yang digelar 14 Agustus mengangkat tema “Peran Catur dalam Membangun & Membentuk Karakter Unggul Anak Bangsa” menampilkan para narasumber yang berkompeten diantaranya Utut dan Gus Imam Pituduh. 

Sementara ini pendaftaran masih terus dibuka sampai 10 Agustus. Bagi yang inin berpartisipasi bisa mendaftar pada link yang telah disediakan melalui tautan scua.id dan mengisi data yang dibutuhkan. (R-3)

BERITA TERKAIT