31 July 2021, 16:54 WIB

Anthony Ginting Waspadai Perubahan Permainan Chen Long


Akmal Fauzi | Olahraga

TUNGGAL putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, mewaspadai perubahan permainan Chen Long di laga semifinal Olimpiade Tokyo 2020. Meski tak muda lagi, pebulu tangkis senior asal Tiongkok itu mampu menunjukkan permainan impresif.

Di babak perempat final, Chen Long mengandaskan perlawanan rangking dua dunia asal Taiwan, Chou Tien Chen, dengan skor 21-14, 9-21, dan 21-14. Ginting unggul head-to-head 8-6 atas Chen Long. 

Pertemuan terakhir antarkeduanya terjadi di BWF World Tour Finals 2019. Saat itu Ginting menang 21-15 21-15.

"Meski Ginting unggul, kami tidak bisa bilang pasti menang (lawan Chen). Tapi, kami harus mempelajari perubahan Chen, kondisi fisiknya, dan perubahan lain agar kami bisa menentukan strategi yang tepat," kata pelatih tunggal putra Indonesia Hendry Saputra Ho.

"Pasti kami senang ada wakil lagi di semifinal. Semua pemain pasti ingin tampil maksimal di Olimpiade, bukan hanya juara, tetapi memberikan penampilan terbaik," lanjutnya.

Dengan hasil tersebut, Ginting mendekatkan diri melaju ke laga pamungkas. Keberhasilan Ginting kali ini membuat penantian 17 tahun publik Indonesia berakhir untuk melihat lagi pemain tunggal putra Tanah Air tampil di semifinal Olimpiade.

Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro ialah dua pemain tunggal putra Indonesia terakhir yang berhasil melaju ke semifinal Olimpiade. Momen itu terjadi pada Olimpiade Athena 2004. Taufik Hidayat saat itu sukses membawa pulang medali emas Olimpiade Athena 2004 dan Sony Dwi Kuncoro meraih medali perunggu.

"Sejak persiapan Olimpiade, saya tidak mau berpikir terlalu jauh. Semua pemain ingin mendapat hasil terbaik di Olimpiade. Tapi, bagaimana caranya mengatasi harapan? Jangan berekspetasi tinggi, tapi tak boleh rendah juga. Belajar dari pengalaman sebelumnya bisa jadi bumerang. Saya ingin menikmati pertandingan di lapangan," kata Ginting.

Wakil Denmark, Anders Antonsen, mengakui Ginting bermain lebih baik di laga perempat final. Ini merupakan kekalahan keempat Antonsen dari Ginting dalam catatan pertemuan kedua pemain. Kalah di babak perempat final Olimpiade pertama dirasakan Antonsen cukup menyakitkan.

"Pada akhirnya Ginting lebih baik, tetapi itu adalah permainan yang ketat secara keseluruhan. Dia lebih cepat. Saya pikir dia lebih tajam, bermain lebih tipis mendekati garis. Saya membuat beberapa kesalahan, tapi itu pertandingan yang ketat."

Baca juga: Anthony Ginting Akhiri Penantian 17 Tahun Nomor Tunggal Putra ke Semifinal Olimpiade

"Saat ini rasanya sakit (karena kalah) dan saya harus mengatasi rasa sakit itu selama beberapa minggu ke depan. Saya pasti akan kembali lebih kuat," ujar Antonsen. (BWF/KOI/OL-14)

BERITA TERKAIT