31 July 2021, 12:00 WIB

Semangat Greysia Polii yang Tak Pernah Pudar di Ajang Olimpiade


 Akmal Fauzi | Olahraga

PEBULU tangkis Greysia Polii, pemain ganda putri Indonesia, memiliki kisah dan tekad yang kuat untuk menjalani Olimpiade Tokyo 2021. Bersama pasangannya, Apriyani Rahayu mencatatkan sejarah menjadi wakil ganda putri bulu tangkis pertama Indonesia melaju ke final pesta olahraga sejagat .

Mereka berhasil mengalahkan pasangan Korea Selatan, Lee Sohee/Shin Seungchan. Dalam pertandingan semifinal Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Sabtu (31/7) pagi WIB, Greysia/Apriyani menang dua gim langsung 21-19 dan 21-17.

Di Olimpiade Tokyo 2020, dia datang dengan semangat membara. Perjalanan kariernya yang berliku menjadi motivasi tersendiri untuk atlet yang lahir pada 11 Agustus 1987.

Debut Greysia di Olimpiade London 2012 berakhir pahit. Greysia yang saat itu berpasangan dengan Meiliana Jauhari didiskualifikasi.

Mereka dinilai dianggap sengaja mengalah, saat laga terakhir babak penyisihan Grup C, untuk menghindari bertemu dengan pasangan Cina, Wang Xiaoli/Yu Yang, di perempat final.

Empat tahun sesudahnya, Greysia kembali berlaga di Olimpiade. Dia berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari, sampai di babak perempatfinal. Nitya yang mengalami cedera parah sempat membuat Greysia sempat berpikir untuk pensiun.

Belum lagi, Greysia kehilangan kakaknya, Rickettsia Polii yang menjadi penyemangat karirnya di bulu tangkis. Rickettsia yang meninggal dunia pada 23 Desember 2020 lalu. Sang kakak diakui Greysia merupakan sosok pengganti ayah mereka yang telah meninggal kedua dia masih balita.

Di Olimpiade Tokyo, ia berpasangan dengan Apriyani membuat semangat Greysia menyala lagi hingga bisa menembus final Olimpade Tokyo 2020.

"Ada begitu banyak orang, tak cuma saya, sudah melewati kesulitan dan juga momen tak terlupakan. Saya rasa, Olimpiade London mengajarkan saja untuk jangan pernah menyerah pada mimpi anda. Dan saya tahu, saya tidak cuma berbicara saja soal itu. Saya ingin bersungguh-sungguh di setiap hari dalam hidup saya," kata Greysia.

"Saya hanya menjalani hari demi hari, ini hanya bonus dari Tuhan bahwa saya bisa berada di sini dan di final Olimpiade 2021,"tambahnya.

Sementara itu, Apriyani Rahayu mengungkapkan motivasi dan contoh yang diberikan Greysia kepadanya semakin melecutkan daya juang untuk menang.

"Saya terus memberi tahu Greysia, jangan berhenti, bermain saja dengan saya. Kemudian, saya menjadi yakin berkat motivasi, kerja keras setiap hari, dan keinginannya untuk menjadi juara," ujar Apriyani.

"Saya belum ingin puas dulu. Kami masih harus bermain untuk medali emas," ungkap Apriyani.

Di final nanti, mereka akan menghadapi wakil Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan. Sebuah kemenangan yang diharapkan bisa menjaga tradisi emas Olimpiade Indonesia setelah gugurnya ganda putra dan campuran. 

"Kami bersyukur dengan apa yang sudah kami capai tapi kami harus tetap fokus ke pertandingan selanjutnya," kata Greysia. (Mal/BWF/OL-09)

BERITA TERKAIT