31 July 2021, 10:13 WIB

Raih Perunggu Olimpiade, Rahmat Erwin Dijanjikan Banyak Bonus di Kampung Halaman


 Lina Herlina | Olahraga

LIFTER asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rahmat Erwin Abdullah, yang mampu meraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020, mendapat banyak apresiasi dari kampung halamannya, yang ikut merasa bangga dengan prestasi yang ditorehkannya.

Menurut Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Sulsel, Ellong Tjandra, banyak orang yang sayang dan bangga dengan keberhasilan Rahmat Erwin, yang mampu menyumbangkan medali perunggu ke Indonesia

"Setelah Bank Sulselbar menjanjikan rumah, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BPMD) menjanjikan sepeda motor. Lalu uang Rp10 juta dari Asuransi Bosowa, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto juga menjanjikan bonus, meski tidak menyebut apa," ungkap Ellong.

Kabar baik juga datang dari Persatuan Bank-bank Swasta (Perbanas) Sulsel, juga menjanjikan akan memberikan hadiah.

Ellong mengatakan, Harry Kwenre, Ketua Perbanas Sulsel yang juga adalah Kepala Wilayah Bank Sahabat Sampoerna, menjanjikan akan merekrut Rahmat Erwin Abdullah sebagai pagawai di kantor bank yang dipimpinnya jika Rahmat sudah kembali ke Indonesia.

“Ini sebagai bukti kepedulian perusahaan bank swasta yang beroperasi di Sulsel terhadap atlet berprestasi kita, atas capaian yang diraihnya. Termasuk komitmen mereka untuk selalu mendorong atlet-atlet lainnya agar bisa mengikuti jejak Rahmat Erwin Abdullah di masa datang,” kata Ellong.

Meski demikian, tawaran lapangan kerja itu seru Ellong, tergantung orang tua Rahmat Erwin Abdullah sendiri, yang kini tinggal di Jalan Cendrawasi Lorong 7. "Apakah diterima atau tidak".

Prestasi yang dibangun oleh Rahmat pada olimpiade tahun ini, bolehlah membuat bangga bangsa Indonesia terkhusus rakyat Sulawesi Selatan.

Lantaran sejak 32 tahun lamanya, olah raga sulsel tidak pernah menampilkan prestasi atletnya seprestise yang diperoleh Rahmat dengan menggondol medali perunggu diolimpiade Tokyo saat ini.

Tahun 1988, di Olimpiade Soul Korea, Kusumawardani yang juga merupakan warga Kota Makassar meraih medali perak pada trio panahan putri dicabang olah raga panahan waktu itu.

Prestasi Kusumawardani ini diulang oleh Rahmat puluhan tahun setelahnya, Kusumawardani meraih prestasi itu diusia 33 tahun, sementara Rahmat meraih prestasi tersebut diusia yang sangat muda pada umur 21 tahun.

Sementara itu disebutkan bahwa menyebut, jika masa-masa emas atlet bisa mendulang prestasi itu berada dikisaran usia 25 tahun hingga 35 tahun.

Usia muda Rahmat ini perlu diwaspadai agar bisa dipertahankan untuk Sulsel, pasalnya lifter muda ini akan menjadi incaran pemerintahan provinsi lain untuk menyewa jasa Rahmat membela daerah dipentas PON  mendatang. (LN/OL-09)

BERITA TERKAIT