31 July 2021, 00:45 WIB

Mercedes Tidak Terima atas Kritikan Red Bull


Mediaindonesia | Olahraga

BOS tim Mercedes Toto Wolff pada Jumat mengatakan kritik yang diutarakan Red Bull terhadap Lewis Hamilton menyusul tabrakan dengan Max Verstappen di Silverstone tidaklah adil dan telah melewati batas.

Kedua pebalap terlibat senggolan di lap pembuka Grand Prix Inggris di tikungan cepat Copse, mengirim Verstappen ke pagar pembatas dengan kecepatan tinggi yang menyudahi balapannya lebih dini.

Sang pebalap Belanda harus mengunjungi rumah sakit untuk cek medis meski akhirnya dinyatakan lolos dari cedera dan fit untuk GP Hungaria akhir pekan ini.

Hamilton diganjar penalti 10 detik karena insiden tersebut, namun sang pebalap Inggris mampu mengklaim kemenangan di kampung halamannya untuk kedelapan kali serta memangkas defisit 33 poin dari Verstappen menjadi delapan poin saja.

Red Bull merasa hukuman Hamilton itu terlalu ringan dan telah meminta steward melakukan peninjauan ulang meski akhirnya petisi itu ditolak oleh para pengawas balapan yang menyebutkan tim bermaskas di Milton Keynes itu tidak menyajikan bukti-bukti baru.

Mercedes merespon dengan mengeluarkan pernyataan yang menyindir, "...Kami harap keputusan ini akan menandai akhir dari upaya bersama manajemen senior Red Bull Racing mencoreng nama baik dan integritas olahraga Lewis Hamilton."

Baca juga: Verstappen Ungguli Duet Mercedes di GP Hungaria

"Kami ingin mengembalikan sedikit rasa hormat ke pembahasan ini," kata Wolff jelang GP Hungaria seperti dikutip Reuters, Jumat.

"Kami paham emosi bisa tinggi. Tapi kami berasa ini telah melewati batas."

Bos tim Red Bull Christian Horner setelah balapan di Silverstone mengkritik Hamilton melakukan langkah "putus asa" sedangkan penasehat tim berlogo banteng merah itu, Helmut Marko, ingin Hamilton disanksi satu balapan.

Verstappen juga menyebut selebrasi Hamilton di depan pendukungnya itu "tidak sopan".

Wolff mengatakan Red Bull telah mengelaborasi kritiknya itu di petisi yang diajukan kepada steward sebagai bagian permintaan mereka untuk peninjauan ulang.

Bahkan di surat yang diajukan Red Bull terdapat semacam tuduhan, namun tidak dipublikasikan.

"Kami merasa komentar yang dibuat selama dan setelah balapan, dan kemudian di pernyataan tertulis dan di pertemuan itu sendiri tidak adil," kata Wolff.

"Tapi ini bukan terserah saya, atau Lewis yang ingin menuntut permintaan maaf apapun," ia menambahkan.

Sementara itu Horner mengatakan kritik Red Bull terhadap Hamilton bukanlah bersifat pribadi atau mereka menuduh sang pebalap Inggris bertindak dengan sengaja.

"Jika pebalap lain yang melakukan itu reaksinya akan sama," kata Horner.

"Sejauh yang kami ketahui, babak ini telah ditutup." (Ant/OL-4)

BERITA TERKAIT