26 July 2021, 09:58 WIB

Kalah dari Tim Prancis, Tim Basket AS Putus Rekor 25 Kemenangan Olimpiade


 Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

TIM bola basket putra Amerika Serikat (AS) mengawali penampilannya di Olimpiade Tokyo 2020 dengan buruk. Kevin Durant dkk tak kuasa menahan gempuran tim bola basket Prancis membuat mereka kalah 76-83, Minggu, (25/7) waktu setempat.

Atas kekalahan ini AS pun harus merelakan rekor kemenangan yang telah terjaga sejak Olimpiade 2004, atau 17 tahun silam. Sejak saat itu, timnas bola basket AS telah memcatatkan 25 kemenangan berturut-tururt di Olimpiade.

Kemenangan Prancis datang dari Evan Fournier yang sukses mencetak lemparan tiga angka saat pertandingan menyisahkan satu menit terakhir dan menyelesaikan comeback tim Prancis setelah sebelumnya tim AS sempat unggul delapan poin saat empat menit tersisa.

"Ini adalah kemenangan yang luar biasa. Negara kami akan sangat bangga. Tapi ini baru satu pertandingan," ucap Fourner dikutip dari ESPN.

Dalam pertandingan pebasket Amerika Serikat Jrue Holidays tampil apik sepanjang kuarter keempat mencetak 12 poin dari 18 poin yang tercipta selama dia melantai. Bam Adebayo juga tampil baik dalam pertandingan itu di mana ia mencetak double-double 12 poin dan 10 rebound.

Bintang Brooklyn Nets, Kevin Durant hanya mampu mencetak 10 poin selama 20 menitnya melantai, sedangkan Damian Lillard hanya menambahkan 11 poin dalam 27 menitnya di lapangan.

Meski menerima kekalahan, pelatih tim bola basket AS, Gregg Popovic, mengaku tak terkejut dengan hasil yang diterima skuadnya, dan dia menegaskan ini baru kekalahan pertama dan masih ada peluang untuk merebut kemenangan lainnya.

"Tidak ada yang perlu dikejutkan," ucap Popovic. "Ketika anda kalah dalam satu pertandingan, anda tidak akan terkejut, tapi anda akan kecewa, masih ada pertandingan lainnya mari kita lihat," ujarnya.

Senada dengan Popovic, Lillard mengatakan bahwa kekalahan ini bukan akhir dari segalanya, dan tim akan bertekad merebut kemenangan lainnya.

"Saya pikir banyak orang seolah membuat ini tampak seperti akhir dari dunia. Pekerjaan kami sebagai seorang profesional dan tim yang mewakili negara kami di Olimpiade belum selesai, dan kami masih dapat mencapai apa yang kami inginkan. Kami datang kesini untuk mencapainya," tukas Lillard. (Rif/ESPN/OL-09)

BERITA TERKAIT