23 July 2021, 22:04 WIB

Potensi Badai Jepang Ancam Peluang Surfer Rio Waida


Ilham Ananditya | Olahraga

OLIMPIADE Tokyo 2020 tidak berlangsung di tengah pandemi Covid-19, namun juga potensi bencana badai di Jepang. Kondisi ini menjadi tantangan bagi tim surfing Indonesia.

Berdasarkan laporan, kawasan Jepang berpotensi dilanda oleh badai In-Fa yang diperkirakan akan menerpa kepulauan di selatan Jepang, pada Selasa (26/7).

Badai In-Fa adalah siklon tropis aktif di Laut Filipina. Angin yang bergerak hingga 150 km/ jam akibat badai dapat menyebabkan gelombang tinggi.

Kondisi cuaca itu mengancam peluang tim surfing Indonesia yang diwakili oleh Rio Waida untuk nomor shortboard yang melakoni debut pertamanya di Olimpiade Tokyo 2020.

Dalam cabang olahraga selancar ombak, selain Rio Waida sebagai atlet utama, ada I Ketut Agus Aditya Putra yang menjadi alternate atau cadangan berdasarkan keputusan Asosiasi Surfing Internasional (ISA) apabila ada peserta kontingen lain yang mundur.  Artina, Ketut dapat menjadi peserta tambahan bagi kontingen Indonesia.

Ketua Harian Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI), Arya Subiakto mengatakan munculnya badai dapat membawa kelebihan dan kekurangan sendiri.

“Ombak di Jepang kurang bagus, ombaknya kecil. Kalau ada badai, ombak jadi besar dan Rio siap dengan itu. Jika terlalu besar pun, bisa buruk bagi keseluruhan penyelenggaraan.” ujar Arya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT