21 July 2021, 06:46 WIB

Sifan Hassan Bertekad Dominasi Tiga Nomor Lari di Olimpiade Tokyo


Basuki Eka Purnama | Olahraga

SIFAN Hassan bersiap menciptakan treble Olimpiade yang langka terjadi di nomor lari 1.500 meter, 5.000 meter, dan 10.000 meter putri di ajang Olimpiade Tokyo.

Namanya masuk di tiga nomor lari tersebut sehingga bakal menghadapi jadwal yang melelahkan dalam upaya merebut medali Olimpiade pertamanya.

Meski pelari putri Belanda berusia 28 tahun itu masih bisa menarik diri dari salah satu dari tiga nomor tersebut, prospek sukses dalam ketiga nomor itu membuatnya berubah pikiran.

Baca juga: Pembuktian Dominasi Biles di Olimpiade

Hal itu terjadi setelah Hassan merebut dua medali emas di nomor 1.500 meter dan 10.000 meter putri dalam kejuaraan dunia 2019.

"Banyak memang, tapi sepertinya bagi dia bisa dilakukan," cicit peraih medali emas sprint di empat Olimpiade, Michael Johnson. "Walaupun demikian tidak yakin dia bisa meraih emas di ketiga nomor tersebut."

Hassan sudah hampir terbiasa mementahkan semua ramalan dengan mencetak rekor dunia dengan catatan waktu 4 menit 12,33 detik untuk nomor satu mil pada 2019, sekitar satu dekade setelah dia meninggalkan Ethiopia sebagai pengungsi berusia 15 tahun dan pindah ke Belanda.

Dia mulai berlari di level tinggi setelah mengikuti kelas di Belanda pada 2011 dengan menuntaskan lomba lari 1.500 meter pertamanya dengan catatan waktu 4:20 dan berlari setengah maraton, beberapa hari kemudian, dengan waktu sekitar 1 jam 17 menit.

Sejak itu dia mencanangkan tujuan tinggi.

"Sejak hari pertama, saya yakin saya akan berlari (dalam nomor) 1.500 meter di bawah 3 menit 50 detik. Saya tidak tahu mengapa saya yakin. Saya tidak tahu mengapa saya mengatakan itu," kata Hassan kepada wartawan menjelang Olimpiade Tokyo.

"Saya hanya percaya bahwa hal itu mungkin," sambung dia.

Tetapi, Hassan tidak cuma memburu catatan waktu di Tokyo karena dia juga menghadapi kompetisi lain yang harus diwaspadainya.

Di nomor 1.500 meter putri, ada pelari Kenya Faith Kipyegon, yang merupakan juara bertahan Olimpiade. Kipyegon mengalahkan Hassan dalam pertemuan Monaco Diamond League dengan catatan waktu tercepat di dunia 3:51.07.

Di nomor 10.000 meter putri, Hassan berkesempatan membalas dendam terhadap Letesenbet Gidey dari Ethiopia, yang menghapus rekor dunianya bulan lalu setelah hanya bertahan dua hari. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT