20 July 2021, 13:58 WIB

Presiden IOC Akui Pernah Tak Tidur Tenang Karena Olimpiade Tokyo 


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

PRESIDEN Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach mengungkapkan proses perjalanan Olimpiade Tokyo 2020 bukan lah hal yang mudah, dan dia mengaku senang karena Olimpiade yang sempat tertunda selama satu tahun akibat pandemi Covid-19 itu akan segera di mulai.

Berbicara dalam pertemuan sesi IOC ke-138  di Tokyo, Bach mengatakan dirinya bahkan pernah merasakan malam tanpa tidur karena memikirkan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020.

Ia tidak menyangka bahwa penundaan Olimpiade Tokyo terbukti menjadi sangat rumit dari yang dibayangkannya.

"Selama 15 bulan terakhir kami harus mengambil banyak keputusan dengan alasan yang sangat tidak pasti. Kami memiliki keraguan setiap hari. Kami berunding dan berdiskusi. Bahkan ada malam tanpa tidur," ucap Bach dalam pidatonya dilansir dari AFP, Selasa, (20/7).

"Ini membebani kami, itu membebani saya. Tapi untuk sampai pada hari ini kami harus memberikan kepercayaan diri, harus menunjukkan jalan keluar dari krisis ini," tambahnya.

Jelang upacara pembukaan Olimpiade Tokyo yang dijadwalkan akan berlangsung pada 23 Juli mendatang, Bach telah menarik protes yang tersebar dalam kunjungan selama di Jepang.

Berdasarkan jejak pendapat surat kabar Asahi Shimbun menunjukkan 55% responden menentang penyelenggaraan Olimpiade musim panas itu.

Bach menilai, keteguhannya untuk tetap menyelenggarakan Olimpiade Tokyo ditengah pandemi Covid-19 akan memberi keyakinan kepada seluruh umat manusia pada perjalanan mereka di masa depan.

"Kami akhirnya bisa melihat di ujung trowongan gelap. Pembatalan tidak pernah menjadi pilihan bagi kami. IOC tidak pernah meninggalkan para atlet, dan kami melakukan ini untuk para atlet," ucapnya.

"Dengan Olimpiade Tokyo 2020 ini, kami juga melakukan tindakan keyakinan di masa depan. Olimpiade Tokyo 2020 akan memberikan keyakinan umat manusia di masa depan," terangnya.

Meski Bach yakin dengan Olimpiade Tokyo 2020 akan berjalan aman, namun kasus covid-19 yang terkait dengan Olimpiade Tokyo yang terus meningkat, memunculkan kekhawatiran masyarakat Jepang akan penyebaran covid-19 yang akan tinggi di negeri sakura itu.

Dilansir dari AFP, empat orang telah dinyatakan positif Covid-19 di Kampung Atlet Olimpiade, sementara seorang pesenam Amerika Serikat (AS) yang berada di luar Kampung Atlet, tepatnya di Kota Inzai, timur Tokyo juga dinyatakan positif Covid-19.

Sementara itu penyelenggara juga mengatakan bahwa 21 anggota tim sepak bola putra Afrika Selatan yang diidentifikas kontak erat dengan pasien Covid-19 tengah melakukan karantina.

Di tempat lain, dua pemain bisbol Meksiko dinyatakan positif Covid-19 sebelum berangkat ke Tokyo, kata otoritas bisbol Meksiko.

Kendati kasus infeksi Covid-19 terkait Olimpiade terus meningkat, namun pihak penyelenggara meyakinkan bahwa sistem gelembung karantina dan protokol kesehatan ketat dengan pengujian harian yang di terapkan pada Olimpiade Tokyo 2020, akan menciptakan Olimpiade yang aman. (Rif/AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT