19 July 2021, 12:57 WIB

IOC Pastikan Tempat Tidur di Kampung Atlet Olimpiade Tokyo Kuat


Basuki Eka Purnama | Olahraga

TEMPAT tidur yang terbuat dari kardus di Kampung Atlet Olimpiade Tokyo kuat dan kokoh. Hal itu ditegaskan penyelenggara Olimpiade 2020, Senin (19/7), setelah muncul laporan tempat tidur itu sengaja dibuat ringkih sehingga para atlet tidak berhubungan seks.

Atlet senang Irlandia Rhys McClenaghan merekam dirinya melompat-lomat di tempat tidur itu untuk menyangkal laporan The New York Post yang menyebut tempat tidur di Olimpiade Tokyo sengaja dibuat ringkih.

"Tempat tidur ini dibuat agar tidak digunakan untuk berhubungan seks. Benar, tempat tidur ini terbuat dari karton namun mereka tidak mudah rusak. Dasar fake news," ujar McClenaghan dalam video yang diunggahnya di Twitter.

Baca juga: Dua Pertiga Warga Jepang Ragu Olimpiade Bisa digelar dengan Aman

Akun Twitter resmi Olimpiade pun berterima kasih kepada McLenaghan yang mebantah hoaks itu dan membuktikan bahwa tempat tidur yang disiapkan untuk para atlet itu kokoh.

Ini bukan kali pertama tempat tidur kardus yang digunakan untuk para atlet Olimpiade menuai kontroversi.

Januari lalu, produsen tempat tidur itu, Airweave memastikan bahwa produk mereka bisa menahan berat hingga 200 kilogram dan telah menjalani sejumlah uji yang luar biasa. Hal itu mereka katakan setelah pebasket Australia Andrew Bogur mempertanyakan daya tahan tempat tidur itu.

"Kami telah melakukan sejumlah eksperimen seperti menjatuhkan beban ke tempat tidur itu," ujar seorang juru bicara Airweave.

Ribuan atlet akan tinggal di Perkampungan Atlet selama Olimpiade Tokyo, yang akan dimulai Jumat (23/7).

Meski ada imbauan bagi para atlet untuk meminimalkan kontak fisik, penyelenggara tetap akan membagikan sekitar 160 ribu kondom. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT