16 July 2021, 10:52 WIB

Jadi Korban Penodongan di Final Piala Eropa, Norris Mengaku Jadi Sulit Tidur


Basuki Eka Purnama | Olahraga

PEMBALAP Formula 1 asal Inggris Lando Norris, Kamis (15/7), mengakui bahwa dia mengalami gangguan tidur dan dalam tidak berada dalam kondisi puncak setelah menjadi korban penodongan saat menonton laga final Piala Eropa 2020.

Pembalap McLaren itu kehilangan jamnya yang seharga 40 ribu pound sterling saat meninggalkan Stadion Wembley saat Inggris kalah adu penalti dari Italia, Senin (12/7) dini hari WIB.

"Saya tidak dalam kondisi puncak," aku Norris kepada Sky Sports menjelang GP Inggris di Silverstone, Kamis (15/7).

Baca juga: Meski Mercedes akan Lakukan Upgrade, Hamilton Sebut Red Bull Tetap Unggul

"Saya harus bekerja keras secara mental. Kekuatan mental adalah hal yang penting. Pasalnya, saya tidak mendapatkan tidur yang cukup."

"Itu tidak ideal dan saya merasa pegal-pegal. Namun, saya berjanji memperbaiki diri. Saya yakin bisa segera kembali ke kondisi puncak dengan fokus pada apa yang harus saya lakukan," imbuhnya.

Norris menduduki posisi puncak di klasemen pembalap menjelang GP Inggris, Minggu (18/7), dan merupakan satu-satunya pendapat yang selalu mendapat poin di semua balapan pada musim ini.

"Saya rasa saya hanya kurang beruntung. Saya hanya bersyukur masih berada di sini," ujar Norris mengenai insiden di final Piala Eropa 2020 itu.

"Itu bukan pengalaman yang menyenangkan. Itu tidak hanya terjadi pada saya namun juga dialami orang lain. Jika orang lain juga mengalaminya, saya bersimpati pada mereka," pungkasnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT