02 July 2021, 05:24 WIB

Gagal Juara Beruntun Empat Kali, Hamilton Berlatih di Simulator


Basuki Eka Purnama | Olahraga

JUARA dunia Formula 1 tujuh kali Lewis Hamilton melahap sejumlah lap di atas simulator Mercedes demi mencari petunjuk bagaimana membuat mobilnya lebih cepat menyusul empat kemenangan beruntun Red Bull musim ini.

Pembalap berusia 36 tahun asal Britania itu kini terpaut 18 poin dari pebalap Red Bull Max Verstappen, yang memuncaki klasemen pembalap setelah delapan balapan.

Di sesi jumpa pers Grand Prix Austria, Hamilton mengaku tetap positif.

Baca juga: Menang Etape 6, Cavendish Dekati Rekor Eddy Merckx di Tour de France

"Saya tidak terlalu khawatir seperti itu," kata Hamilton, Kamis (1/7).

"Kami semua mendorong sekuat tenaga, tentunya kami ingin memiliki kecepatan yang lebih saat ini agar bisa benar-benar menantang, bukan hanya di kualifikasi tapi juga di balapan."

"Mereka terus melangkah ke depan tapi saya tidak boleh terpaku dan masuk ke gelembung negatif kekhawatiran. Saya mencoba mengerahkan seluruh energi untuk memastikan saya sangat siap," lanjutnya

Kepala Trackside Engineering Andrew Shovlin mengungkapkan, akhir pekan lalu, di GP Styria, yang dimenangi Verstappen dan digelar di sirkuit yang sama, Hamilton telah sibuk bekerja di simulator.

Sang pembalap bahkan mengunggah foto di media sosial pada Rabu.

Sebelumnya, di GP Spanyol, Mei lalu, setelah meraih posisi pole ke-100 dalam kariernya, Hamilton mengatakan dia tidak terlalu sering bekerja di balik simulator dan dalam setahun bisa dihitung ia menjalani hanya 20 putaran dengan alat tersebut.

"Saya tidak bisa mengatakan saya menikmatinya," kata Hamilton. "Khususnya setelah beberapa balapan yang sulit yang kami jalani, saya mencoba dan melihat apakah ada cara saya bisa membantu tim untuk lebih siap."

"Saya rasa ada sejumlah hal baik dari sana, tapi tidak akan membuat perbedaan yang besar," imbuh pebalap yang memenangi tiga balapan musim
ini sebelum Red Bull mengamankan empat kemenangan beruntun lewat Verstappen dan Sergio Perez.

Untuk pertama kalinya di era mesin turbo hybrid yang mereka dominasi, Mercedes sekarang tertinggal 40 poin dari Red Bull yang memuncaki klasemen konstruktor.

"Saya akan terus bekerja dengan mereka... hanya melakukan proses bagaimana kami berkomunikasi dengan mereka (pebalap uji) di program mereka, jadi kami menguji hal yang benar," ujar Hamilton.

"Saya rasa secara keseluruhan positif," tambahnya

Bos tim Mercedes, Minggu (27/6), mengatakan mereka, saat ini, menghentikan pengembangan mobil 2021 dan sedang mengejar perancangan mobil untuk musim 2022 yang akan menerapkan perombakan besar-besaran regulasi dan desain baru dari mobil-mobil kompetitor.

Akan tetapi, kepala teknis Mercedes James Allison mengatakan mereka masih akan membawa pemutakhiran di mobil Mercedes tahun ini. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT