01 July 2021, 05:36 WIB

Polisi Tangkap Penonton yang Sebabkan Tabrakan di Tour de France


Basuki Eka Purnama | Olahraga

PENGGEMAR balap sepeda yang menyebabkan tabrakan massal di Tour de France karena ingin memamerkan pesannya di televisi telah ditangkap polisi setelah buron selama lima hari.

Perempuan yang tidak disebutkan identitasnya itu, tertangkap kamera memamerkan papan karton bertuliskan pesan saat balapan Tour de France.

Aksi perempuan itu memicu perdebatan mengenai keamanan dan perilaku pendukung yang menyebabkan puluhan pembalap sepeda mengalami cedera.

Baca juga: Jadi yang Tercepat di Etape Time Trial, Pogacar Tempel Van der Poel

"Perempuan itu telah diidentifikasi dan ditangkap, beberapa menit lalu," ujar seorang sumber setelah jaksa Kota Brest Camile Maunsoni mengonfirmasi ada tersangka yang telah ditahan.

Kecelakaan di etape pertama Tour de France yang berlangsung antara Brest dan Landerneau itu terjadi ketika perempuan yang tidak menghadap ke arah pertandingan namun ke kamera sembari memegang papan yang bertuliskan, 'Allez Opi-Omi', yang berarti 'Ayo, kakek dan nenek'.

Berada di tepi kelompok pembalap yang padat, pembalap Jerman Tony Martin menyenggol perempuan itu hingga jatuh dan menyebabkan puluhan pembalap lainnya terjatuh.

Tabrakan itu menyebabkan etape itu terhenti selama 5 menit saat tim medis merawat para pembalap.

Di tengah kekacauan itu, perempuan itu terlihat ketakutan dan melarikan diri.

Penggunaan frasa Opi-Omi, istilah kakek dan nenek dalam bahasa Jerman, sempat memicu spekulasi bahwa perempuan itu berasal dari Jerman. Namun, seorang sumber memastikan perempuan itu adalah warga Prancis.

Selepas kecelakaan pada Sabtu (26/6) itu, Direktur Tour de France Pierre-Yves Thonault menegaskan penyelenggara balapan akan menggugat penonton yang menyebabkan tabrakan itu.

"Kami melakukan ini agar kelompok minoritas orang yang melakukan ini tidak merusak Tour de France untuk penonton lainnya," tegasnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT