22 June 2021, 09:40 WIB

Soroti Simulasi Olimpiade, Rionny Minta Atlet Lakukan Evaluasi


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

KEPALA Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky, membuka suara tentang hasil Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar hari Rabu-Kamis (16-17 Juni) di Pelatnas Cipayung, Jakarta.

Ia mengungkapkan hasil dari simulasi Olimpiade Tokyo pekan lalu masih belum memuaskan mengingat ada empat dari tujuh wakil Indonesia di Olimpiade mengalami kekalahan.

Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti takluk atas lawan-lawan yang merupakan rekan latihan di pelatnas. Hanya Jonatan Christie, Marcus Fernaldi/Gideon, dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang mampu menghadirkan kemenangan.

"Secara keseluruhan ada yang bisa maksimal, ada yang belum. Karena mereka sambil latihan berat dan masuk ke simulasi, itu tidak mudah. Tapi yang saya lihat untuk tim Olimpiade sudah cukup siap, terutama untuk yang bisa mengeluarkan penampilan terbaiknya", ujar Rionny dalam keteranvan resmi PBSI, yabg diterima (22/6).

"Untuk yang kalah, mereka harus benar-benar melakukan evaluasi dengan pelatih. Ini kesempatan untuk cepat menyadari apa yang masih kurang untuk pertandingan di Olimpiade nanti," lanjutnya.

Rionny menilai bahwa tim Olimpiade masih memerlukan beberapa kali lagi simulasi jelang keberangkatan ke Tokyo. Adik dari Richard Mainaky itu melihat beberapa pemain belum mendapatkan suasana pertandingan karena lama absen dari turnamen.

"Kalau saya lihat kemarin itu kan uji coba. Saya lihat dari sisi fisik, teknik, dan gerakan sudah lumayan, tapi saya merasa belum dapat suasana bertandingnya. Masih canggung dan belum lepas," tutur Rionny.

Dia menyebutkan akan mendorong para pelatih untuk memperhatikan aspek tersebut agar atlet bisa mengembalikan suasana pertandingan. Rionny berharap para pelatih bisa mengadakan latihan tandang secara mandiri.

"Nah pelatih harus jeli melihat ini. Makanya saya harapkan mereka untuk kembali mengadakan latih tanding sendiri, dua atau tiga kali, buat seperti di turnamen, ada umpire dan lain-lain karena kalau kita bikin lagi seperti kemarin sudah tidak ada waktu," pungkasnya. (Rif/PBSI/OL-09)

BERITA TERKAIT