21 June 2021, 10:38 WIB

Hubbard, Atlet Transgender Pertama yang akan Tampil di Olimpiade


Basuki Eka Purnama | Olahraga

ATLET angkat besi Selandia Baru Laurel Hubbard menjadi atlet transgender pertama yang akan tampil di Olimpiade setelah 'Negeri Kiwi' itu, Senin (21/6), mengumumkan namanya masuk dalam skuat untuk Olimpiade Tokyo.

Ketua Komite Olimpiade Selandia Bary Kereyn Smith mengatakan Hubbard, yang terlahir pria namun berganti kelamin menjadi perempuan, telah memenuh semua kriteria sebagai atlet transgender.

"Kami mengakui bahwa identitas gender di olahraga adalah hal yang sangat sensitif dan kompleks yang membutuhkan keseimbangan antara hak asasi manusia dan keadilan saat pertandingan," ujar Smith.

Baca juga: Lewat Wild Card, 2 Perenang Indonesia Lolos ke Olimpiade Tokyo

Hubbard, yang sempat bertanding sebagai laki-laki, berhak tampil sebagai atlet perempuan setelah tingkat testosterone dalam tubuhnya berada di bawah batas yang ditetapkan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Atlet berusia 43 tahun itu akan bertanding di nomor putri +87 kilogram. Dia menduduki peringkat 16 dunia di nomor tersebut.

Presiden Angkat Besi Selandia Baru Richie Patterson mengatakan Hubbard telah bekerja keras untuk bangkit setelah mengalami cedera siku saat tampil di Commonwealth Games 2018.

"Laurel memiliki kegigihan dan daya juang keras untuk bangkit dari cedera parah sehingga siap berkompetisi lagi," ujar Patterson.

Berdasarkan aturan IOC, atlet transgender putri bisa bertanding asal kadar testosteron dalam tubuhnya berada di bawah 10 nanomoles per liter.

Namun, kritik menyebut Hubbard diuntungkan secara fisik karena tumbuh besar sebagai laki-laki sehingga kehadirannya merugikan atlet putri lainnya. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT