21 June 2021, 05:09 WIB

Ini Momentum yang Antar Marquez Menang di GP Jerman


Basuki Eka Purnama | Olahraga

MARC Marquez menampilkan salah satu comeback terbaik di MotoGP setelah menjuarai Grand Prix Jerman, Minggu (20/6) demi menjaga statusnya sebagai raja di Sirkuit Sachsenring.

Pembalap tim Repsol Honda itu menunjukkan tanda-tanda kembali kompetitif setelah tampil tercepat di sesi latihan bebas pertama dan membuktikan dirinya siap menantang lagi para juara kelas premier.

Juara dunia delapan kali itu menyelesaikan balapan sepanjang 30 putaran dengan dominan sejak mencuri posisi pimpinan lomba di lap pembuka hingga menyentuh garis finis 1,610 detik di depan pembalap tim Red Bull KTM Factory Racing Miguel Oliveira.

Baca juga: Comeback Marquez Berbuah Kemenangan di Sachsenring

Pemuncak klasemen sementara Fabio Quartararo melengkapi podium setelah finis ketiga untuk Yamaha, terpaut 6,7 detik dari Marquez.

Rintik hujan sempat turun di sebagian trek namun para pembalap memutuskan bertahan dengan ban kering dan itu menjadi momen bagi Marquez untuk tampil menekan dan mengambil risiko.

"Ini salah satu momen terpenting dan tersulit di karier saya," kata Marquez di Parc Ferme.

"Hari ini, saya tahu ada peluang. Tidak mudah secara mental karena saya datang dari situasi yang sulit, tiga kali gagal finis secara beruntun."

"Sebelum tiba akhir pekan ini, saya bertekad bertarung untuk podium dan melawan para pembalap teratas. Tapi, kemenangan masih tidak terlalu
tampak, tapi dengan kondisi yang sempurna saya akan mencoba."

"Dan ketika saya melihat rintik hujan turun di lap keempat atau kelima, saya mengatakan ini balapan saya," lanjutnya.

Marquez, saat ini, menjadi pembalap paling dominan di Sachsenring dengan mengantongi delapan kemenangan di kelas premier sejak debut di MotoGP, 2013 lalu, kecuali pada 2020 ketika balapan batal karena pandemi, serta tiga kemenangan di kelas 125cc dan Moto2 di saat pembalap Spanyol itu belum terkalahkan di sirkuit Jerman itu sejak 2010.

Marquez menghadapi tantangan tersendiri saat tiba di Jerman, ketika mendapati P7 sebagai hasil finis terbaiknya musim ini sejak kembali
membalap dari cedera berkepanjangan sedari awal musim lalu dan baru turun di seri kedua musim ini di Portugal.

Kewalahan dengan lengan kanannya, yang cedera sejak Juli tahun lalu, dan juga bahunya, Marquez tidak mengalami masalah melibas tikungan ke kiri, yang mendominasi sirkuit berlawanan arah jarum jam di Jerman tersebut.

"Sangat sulit menjaga konsentrasi karena teringat semua memori yang terjadi tahun lalu. Tapi, kami menyelesaikan dengan baik. Kami akan
melakukannya lagi. Ini situasi yang sulit tapi kami akan mencoba di level yang sama," kata Marquez, yang menambah koleksi kemenangannya di Jerman menjadi 11 kali itu.

Brad Binder menambah selebrasi tim KTM setelah finis P4 mengalahkan duet pembalap Ducati Francesco Bagnaia dan Jack Miller.

Aleix Espargaro lagi-lagi finis P7 untuk ketiga kalinya musim ini di atas motor Aprilia, mengalahkan Zarco yang melorot dari posisi pole ke P8.

Setelah delapan balapan, Quartararo memperlebar jaraknya sebagai pemuncak klasemen pembalap dengan koleksi 131 poin, unggul 22 poin dari Zarco yang membayangi di peringkat dua dan 31 poin dari Jack Miller.

Sedangkan dengan 25 poin tambahan, Marquez naik ke peringkat sepuluh dengan koleksi 41 poin.

Dengan tiga finis podium dalam tiga balapan terakhir, Oliveira kini menguntit satu poin di belakang Maverick Vinales yang menghuni peringkat
enam dengan 75 poin.

Fisik Marquez akan kembali diuji untuk melibas balapan searah jarum jam dan lebih banyak tikungan ke kanan ketika MotoGP menyambangi Sirkuit Assen, Belanda, pekan depan. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT