19 April 2021, 13:53 WIB

Jelang PON XX, Vaksinasi Covid-19 Bagi Atlet Papua Terus Dilakukan


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

SEKRETARIS Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Kenius Kogoya mengatakan, vaksinasi Covid-19 bagi atlet Papua jelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasiona (PON) Papua saat ini terus berjalan.

Ia pun berharap dengan vaksinasi itu, para atlet semakin siap dan bersemangat menjalani latihan jelang PON Papua pada 2-15 Oktober 2021 mendatang.

"Vaksinasi Covid-19 bagi atlet papua sedang berjalan, disesuaikan dengan waktu latihan dari masing-masing cabang olahraga," sebut Kenius, dalam keterangan resmi yang diterima, Senin, (19/4).

Menurut Kenius, pelaksanaan vaksinasi ini terlaksana berkat kerja sama antara KONI, Puslatprov, dan Dinas Kesehatan Papua.

"Dengan vaksinasi ini diharapkan bisa memberikan rasa percaya diri dan semangat pada para atlet dalam menjalani latihan persiapan PON. Vaksinasi ini juga untuk keamanan kesehatan atlet sendiri," tuturnya.

 

Kenius mengatakan, jelang penyelenggaraan PON Papua vaksinasi bagi atlet sudah menjadi kewajiban, terlebih hal itu sudah diperintahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, maupun Ketua KONI Pusat Marciano Norman.

Kendati sejumlah atlet papua telah dilakukan vaksinasi, Kenius pun menghimbau para atlet untuk tetap menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19.

"Bagi para atlet yang sudah vaksinasi tahap pertama, dihimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, dan menunggu vaksinasi tahap kedua," terangnya.

Dapat diketahui sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Stok vaksin covid-19 di provinsi Papua dinyatakan aman, menjelang penyelenggaraan PON Papua.

"Butuhnya sekitar 200 ribu untuk Oktober, itu sih pasti bisa dipenuhi harusnya sejak Juni jumlah vaksinnya kita insya Allah akan cukup," ujar Budi Gunadi.

Adapun 200 ribu vaksin itu akan suntikkan kepada Atlet, Ofisial, Panitia Pelaksana hingga masyarakat di sekitar lokasi pertandingan, hal itu dilakukan agar tidak terjadi klaster baru penularan covid-19 dalam penyelenggaraan PON Papua Oktober mendatang. (Rif/OL-09)

BERITA TERKAIT