09 April 2021, 16:24 WIB

KONI Berharap Prestasi Bulu Tangkis Tetap Kebanggaan Indonesia


Dero Iqbal Mahendra | Olahraga

DALAM pelantikan dan pengukuhan pengurus PP (Pengurus Pusat) PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia) masa bakti 2020-2024, Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia)  Marciano Norman menyatakan harapannya bulu tangkis selalu menjadi penjuru bagi prestasi olahraga Indonesia.

Marciano juga mengharapkan di kepengurusan yang baru ini dapat meningkatkan prestasi dan mempertahankan tradisi emas di Olimpiade.

“Saya berharap bulutangkisakan menjadi penjurunya prestasi olahraga Indonesia. Tradisi emas yang selalu mereka peroleh dapat diteruskan, dan di Tokyo nanti semoga bisa lebih dari satu emas, dan juga di olimpiade selanjutnya. Sehingga saat kita menjadi tuan rumah di 2032 atlet bulu tangkis Indonesia akan berjaya,” ungkap Marciano usai pengukuhan pengurus PP PBSI, Jumat (9/4).

Ia mengakui bahwa di tengah situasi pandemi saat ini memang tidak mudah bagi kegiatan olahraga prestasi, namun hal tersebut tidak boleh mengendurkan semangat dalam berprestasi.

Ia pun menilai kepengurusan kali ini memiliki tugas yang tidak ringan. Terutama karena dalam waktu dekat kita akan menghadapi Olimpiade di Tokyo dan juga kita sedang dalam usaha memperjuangkan menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2032.

Norman juga berpesan agar PBSI bisa terus menjaga komunikasi dengan KONI, KOI (Komite Olimpiade Nasional), dan Kemenpora. Komunikasi yang baik akan menjadi kunci kesuksesan prestasi olahraga.

"Saya memberikan harapan yang tinggi kepada PBSI agar hubungan baik dengan KONI Pusat dan KOI di bawah arahan Menteri Pemuda dan Olahraga bisa lebih baik dan lebih berkualitas ke depannya," tegas Norman.

"Sukses untuk bulutangkis Indonesia, buat masyarakat Indonesia selalu bangga. Jadikan atlet-atlet kita ikon-ikon pemuda-pemudi untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa," ucap Norman

Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna menegaskan bahwa setelah pelantikan ini PBSI akan melanjutkan program mereka. Antara lain melanjutkan pelatnas PBSI dan setelah lebaran akan menggelar sirkuit nasional dan kejuaraan internasional serta berfokus menyiapkan tim untuk Olimpiade Tokyo

Ia juga menyampaikan bahwa kemajuan bulu tangkis tidak semata mata bergantung kepada PBSI sebagai asosiasi olahraga. Namun juga membutuhkan bantuan dari banyak pihak, seperti atlet, pelatih dan tenaga medis, sport scientist logistik dan korporasi.

Ia juga menyebut korporasi memainkan peran strategis dalam mengembangkan bulutangkis sebagai olahraga prestasi maupun industri hiburan.

“Karena itu kami akan mengembangkan visi terwujudnya tata kelola yang terbaik yang mendukung pelatihan dan kompetisi, meningkatkan minat dan memberikan kesempatan tampilnya bakat bakat baru yang secara berkesinambungan menghasilkan atlet atlet berprestasi. Selain itu juga membangun kolaborasi partisipasi dalam membangun industri olahraga dan hiburan,” ujar Agung.

“Partisipasi usaha dan kelompok usaha akan kami buka seluas luasnya. percayalah bulutangkis Indonesia dengan lebih dari 2080 klub atau komunitas dan 17 ribu atlet profesional merupakan wahana pemasaran yang sangat efektif dan prospektif bagi kelompok usaha yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini,” pungkas Agung. (Dro/OL-09)

BERITA TERKAIT