07 April 2021, 12:36 WIB

Honda Klaim Mesin Barunya Buat Red Bull Makin Garang


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

DIREKTUR Teknis Honda Formula 1 (F1) Toyoharu Tanabe menyebut aerodinamika mobil balap milik Red Bull RB16B terbantu oleh perubahan mesin baru yang super compact dari power unit milik Honda.

Dalam balapan seri pembuka F1 yang digelar di Bahrain, 28 Maret lalu, tim Red Bull tampil cukup gemilang dengan Max Verstappen sukses menjadi yang tercepat pada tes kualifikasi GP Bahrain.

Tren positif juga ditampilkan Red Bull pada GP Bahrain, dengan dua pembalapnya sukses finis di posisi lima besar dengaan Verstappen di urutan kedua dan Sergio Perez di posisi kelima.

Baca juga: Tim AlphaTauri Siap Unjuk Gigi Mobil Balapnya di F1 GP Spanyol

Melihat performa Red Bull yang luar biasa di balapan pembuka, Tanabe mengungkapkan untuk desain power unit 2021, Honda mencoba lebih agresif dengan power unit mereka dan memperkenalkan beberapa perubahan penting untuk mendorong batas ukuran yang sebelumnya disebut dengan 'size zero' yang diterapkan di McLaren pada 2015.

Sistem pendingin dengan turbo yang lebih kecil terbukti menjadi masalah besar bagi McLaren saat itu karena tidak mampu memberikan tenaga besar seperti yang diperlukan. Tapi, Honda kembali ke mesin yang lebih compact dengan ditanamkannya pada sasis Red Bull dan terbukti berhasil.

Tanabe menyebutkan tidak ada hal yang terlewat dalam upaya Honda memberikan power unit yang lebih bertenaga dan juga ramping demi memaksimalkan aerodinamika RB16B.

"Kami mengulas setiap bagian dan jenis konsep dari power unit kami sebelumya, lalu kami merancang power unti tahun ini sebagai sesuatu yang baru," kata Tanabe dilansir dari Motorsport, Rabu (7/4).

"Tentu, kami ingin meningkatkan kinerja power unit dalam ICE dan ERS. Desain baru power unit kami juga dibuat sedikit lebih compact dibandingkan dengan sebelumnya. Saya pikir itu juga berkontribusi pada paket dan performa mobil RB16B," imbuhnya.

Berbicara setelah Grand Prix Bahrain, Tanabe menyebutkan tentang perubahan spesifik yang telah dilakukan pada power unit Honda, dan alasan mengapa mereka sangat ingin membantu Red Bull.

"Posisi camsaft lebih rendah, dan kami juga menurunkan ketingguan mesin. Ini menjadikan power unit lebih compact," ujar Tanabe.

"Hasilnya, saat mesin dipasang ke sasis, derajat aliran udara di dalam mobil meningkat. Dengan kata lain, ini berkontribusi pada aerodinamika," imbuhya.

"Sulit untuk mendapatkan angka pasti tentang berapa besar peningkatan downforce dan beberapa besar peningkatan waktu lap berkat perubahan ini. Tetapi Adrian Newey mengatakan bahwa dia bersyukur karena memiliki power unit yang lebih compact dan berkontribusi pada instalasi baru," tukasnya. (motorsport/OL-1)

BERITA TERKAIT