25 February 2021, 14:26 WIB

Brisbane Jadi Pilihan Kuat IOC Sebagai Tuan Rumah 2032


Dero Iqbal Mahendra | Olahraga

KOMITE Olimpiade Internasional (IOC) pada Rabu (24/2) mengumumkan Brisbane sebagai salah satu kandidat kuat yang disukai untuk tuan rumah Olimpiade 2032. Bila mana ini berlanjut, ini akan menjadi pukulan bagi Indonesia yang juga melakukan bidding sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

Pihak IOC mengatakan saat ini pihaknya akan menjajaki ‘dialog terarah’ dengan penyelenggara pemilihan tuan rumah Olimpiade.

Baca juga: Mediasi, PSSI Cabut Laporan Terhadap Joseph Erwiantoro

“Komisi tuan rumah Olimpiade masa depan IOC merekomendasikan agar komite eksekutif memulai dialog terarah dengan Brisbane dan Komite Olimpiade Australia untuk penyelenggaraan Olimpiade 2032,” ungkap presiden IOC Thomas Bach sebagaimana dilansir VOA, Kamis (25/2).

“Komite eksekutif dengan suara bulat menerima rekomendasi ini,” imbuh Bach.

Dengan pengumuman ini menjadi pukulan telak bagi sejumlah negara yang mengajukan bidding untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 mendatang. Sebut saja negara seperti Budapest, China, Doha, Jerman dan Indonesia.

Meski begitu Bach bersikeras bahwa IOC telah mencatat “kepentingan sejumlah pihak." Namun, dia tidak mengidentifikasi pihak mana saja yang dimaksudkan.

Negara bagian Queensland yang menjadi tuan rumah Commonwealth Games 2018 memunculkan Brisbane sebagai kota yang menuai pujian karena tingginya persentase tempat yang ada, rencana induk yang baik, pengalaman dalam menyelenggarakan acara-acara besar dan cuaca yang mendukung.

Australia terakhir kali menjadi tuan rumah Olimpiade di Sydney pada tahun 2000. Kini mereka kembali mengajikan penawaran agar Olimpiade itu diadakan di negara bagian Queensland, dengan Brisbane sebagai pusatnya.

Perdana Menteri Queensland Annastacia Palaszczuk, menyatakan rasa gembiranya atas pilihan OIC.

“Kami sangat gembira dengan perkembangan ini. Ini menempatkan Queensland di posisi aman dan saya tahu bahwa setiap tingkat pemerintahan benar-benar bersatu dalam bekerja sama untuk mewujudkan ini," ujar Palaszczuk.

Sementara itu, Presiden Komite Olimpiade Australia dan Wakil Presiden Komite Olimpiade Internasional, John Coates, juga menyampaikan kegembiraannya.

“Ini adalah pengakuan signifikan atas cara kami bekerja sama, tiga tingkat pemerintahan, komite Paralimpiade, dan Komite Olimpiade Australia dalam menyampaikan tawaran ini bersama-sama dan saya pikir itu juga diakui,” terang Coates.

Sebagaimana diketahui pihak IOC memang telah melakukan perubahan aturan dalam penawaran sebagai tuan rumah pada 2019. Salah satunya bertujuan untuk mengurangi biaya dan mempermudah prosesnya bagi kota-kota yang melakukan penawaran.

Dalam proses tersebut tidak ada kota kandidat resmi yang berkampanye sebelum pemungutan suara seperti yang terjadi di masa lalu.

Saat ini sejumlah negara memang sudah masuk antrian sebagai pelaksana tuan rumah Olimpiade setelah Olimpiade Tokyo yang tertunda ke 2021. Paris dari Prancis menjadi negara terdekat yang menggelar Olimpiade pada 2024 dan Los Angeles di Amerika Serikat menjadi tuan rumah Olimpiade 2028. (BBC/VOA/OL-6)
 

BERITA TERKAIT