17 February 2021, 19:30 WIB

Vaksinasi Atlet Dijadwalkan Pekan Depan


Dero Iqbal Mahendra | Olahraga

DALAM rapat koordinasi terkait pemberian vaksinasi bagi para atlet yang diselenggarakan Kemenpora, PBSI meminta agar para atlet dan tim yang akan berangkat ke turnamen Eropa untuk segera di vaksin. Terlebih dengan semakin sempitnya waktu keberangkatan yang rencananya akan berangkat pada akhir bulan ini.

Rapat virtual tersebut dihadiri oleh Kemenpora, PBSI, KONI Kemenkes dan sejumlah elemen lainnya yang berlangsung selama 90 menit.

"Saya mengusulkan tadi kepada Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga agar kalau bisa tidak hanya atlet-atlet yang akan diberangkatkan mengikuti berbagai kegiatan, tetapi juga semua atlet yang ada di pelatnas nantinya diberikan vaksin. Sebab semua atlet yang ada di pelatnas adalah atlet yang berprestasi," jelas Wakil Sekjen PP PBSI, Edi Sukarno, Rabu (17/2).

Ia juga mengusulkan agar tidak hanya atlet yang divaksinasi tetapi juga official, pelatih, tim pendukung, dan bahkan seluruh Pengurus Pusat dan karyawan. Meski ia mengakui usulan tersebut sulit terealisasi dan hanya dibatasi kepada atlet, pelatih dan tim pendukung dalam turnamen saja yang mendapatkan vaksin.

Sebagaimana diketahui dalam waktu dekat, PBSI akan mengirimkan skuad Indonesia ke turnamen Swiss Terbuka yang akan diselenggarakan 2-7 Maret mendatang. Rencanannya, tim Indonesia akan berangkat pada 25 Februari, sehingga PBSI berharap para atlet dan official yang berangkat untuk segera divaksin.

"Paling dekat yang harus mendapatkan vaksin adalah atlet, pelatih, dan tim pendukung yang akan berangkat ke Swiss mengikuti Swiss Terbuka tanggal 2-7 Maret, dan mereka akan diberangkatkan 25 Februari dan diharapkan mereka sudah mendapatkan vaksin sebelum tanggal tersebut," kata Edi.

Sedangkan untuk pertandingan selanjutnya, yaitu All England yang akan digelar 17-21 Maret, di Birmingham, Inggris. Edi pun berharap tim yang akan mengikuti ajang kejuaraan bulutangkis tertua di dunia ini pun segera divaksin sebelum keberangkatan.

"Kemudian rombongan berikutnya diberangkatkan ke Birmingham, Inggris untuk mengikuti All England dari 17-21 Maret. Kami juga minta, supaya mereka sebelum mengikuti All England, juga harus divaksinasi," ungkap Edi.

Menurut Edi, vaksinasi ini sangat penting untuk diberikan kepada para atlet, karena bisa menambah rasa percaya diri. Terlebih, jika vaksin sudah diberikan, setidaknya akan mengurangi rasa khawatir mereka saat menjalani pertandingan.

"Kalau vaksin ini diberikan kepada atlet kita, itu akan menambah semangat, kepercayaan diri atlet pasti akan tumbuh, dan tidak ada rasa khawatir segala macam. Itu kan mungkin bisa berpengaruh pada penampilan mereka dalam bertanding," Edi menjelaskan.

"Kalau mereka sudah percaya diri, sudah divaksin, tapi tetap juga harus mengikuti prokes. Walaupun sudah divaksin, tetap mengikuti jaga jarak, dari kerumunan dan pakai masker. Itu yang penting," himbaunya.

Dalam kesempatan terpisah Kepala Bidang Humas dan Media PBSI Broto Happy menuturkan dalam rapat terungkap rencana pemberian vaksin tidak jadi dilaksanakan pada minggu ini, yakni pada Kamis atau Jumat. Hal tersebut karena adanya rencana dari Presiden Jokowi yang akan hadir pada pemberian atlet atlet olahraga Indonesia.

“Jadi rencananya awal minggu depan. Nanti akan bersama sama dengan atlet yang lain, bukan hanya bulu tangkis meski waktunya mungkin tidak akan bersamaan agar tidak terjadi kerumunan. Pelaksanaannya kurang lebih seperti seremonial pemberian vaksin bagi tenaga kesehatan yang juga digelar di Istora, katanya modelnya akan seperti itu,” terang Broto.

PBSI sendiri menurutnya merespon baik hal tersebut dan siap menunggu kelanjutan informasi pelaksanaan vaksinasi. Broto menyebut dalam rapat tersebut Edi sempat mengusulkan pemberian vaksin di pelatnas agar tidak mengganggu latihan pemain. Namun hal tersebut belum mendapatkan jawaban apakah akan di Istora atau di pelatnas.

Konsentrasi Atlet

Dalam kesempatan terpisah atlet bulutangkis Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin membenarkan pentingnya vaksinasi bagi ketenangan para atlet. Menurut mereka dengan mendapatkan vaksin mereka menjadi lebih tenang dan dapat berkonsentrasi hanya kepada pertandingan.

"Pemberian vaksin bagi kami sangat penting, sebab itu akan membuat kami lebih tenang, khususnya saat keluar negeri yang bertemu banyak orang di perjalanan dan di pesawat. Kami tidak lagi merasa was-was," ungkap kedua atlet tersebut.

Keduanya mengakui ketidak tenangan tersebt berpengaruh saat di turnamen Thailand kemarin. Menurut mereka fokus atlet menjadi terbagi antara menjaga kesehatan serta serangkaian tes dengan konsentrasi kepada pertandingan .

“Jadi memang lebih tenang kalau sudah di vaksin dan bisa lebih fokus ke pertandingan,” pungkas keduanya. (OL-13)

Baca Juga: Kemenkes Tetapkan Alur Vaksinasi Covid-19

BERITA TERKAIT