28 January 2021, 12:37 WIB

KONI Berduka Atas Meninggalnya Wismoyo Arismunandar


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

KABAR Duka datang dari dunia Olahraga Indonesia, mantan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dua periode (1995–1999 dan 1999–2003) Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Kamis (28/1).

Wafatnya Wismoyo dibenarkan Kepala Humas DPP PEPABRI Djoko Saksono melalui akun Faceboknya. Wismoyo Arismunandar disebutkan wafat karena sakit.

Mendengar Informasi tersebut, Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyatakan duka mendalam atas wafatnya Wismoyo Arismunandar.

Baca juga: IOC Tegaskan Akan Tetap Gelar Olimpiade Tokyo

Menurut Marciano, Wismoyo meninggalkan warisan besar untuk olahraga nasional terutama cita-cita menjadikan olahraga sebagai salah satu pilar untuk mengangkat kejayaan Merah Putih di tingkat internasional.

"Saya dan keluarga besar KONI Pusat beserta seluruh jajarannya berduka cita yang mendalam atas meninggalkanya Bapak Wismoyo Arismunandar yang juga mantan Ketua Umum KONI Pusat dua periode dari 1995–1999 dan 1999–2003. Kita kehilangan besar karena beliau merupakan sosok yang penuh perhatian besar terhadap kejayaan olahraga Indonesia,” kata Marciano Norman dalam keterangan resmi, Kamis (28/1).

Menurut Marciano, perhatian dan keinginan besar Wismoyo untuk mengangkat prestasi dan kejayaan olahraga Indonesia terlihat jelas pada syair Lagu Mars Patriot yang diciptakan dan merupakan salah satu warisan dari kepemimpinan Wismoyo saat menjadi Ketua Umum KONI Pusat.

“Kalau kita amati jelas yang tertulis dalam syair lagu Mars Patriot itu cita-cita Pak Wis. Itu kata-kata Pak Wis yang menginginkan kita, Indonesia dahsyat dan perkasa,” ujar Marciano.

Di bawah kepemimpinan Wismoyo di KONI, Indonesia pernah menjadi juara umum SEA Games 1997 di Jakarta. Kala itu, tim Merah Putih meraih 194 medali emas, 101 perak, dan 115 perunggu.

Tidak hanya itu, ketika menjadi Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI), Wismoyo juga sukses membawa judo Indonesia berprestasi di lingkup ASEAN. Terbukti, pada SEA Games ke-16 1991 di Manila, judo berhasil memboyong sembilan medali emas

Marciano pun menegaskan, Wismoyo telah meninggalkan warisan besar untuk olahraga Indonesia.

Dia pun mengimbau untuk mengenang dan meneruskan hal yang positif peninggalan Wismoyo, khususnya untuk olahraga. Hal ini perlu menjadi cermin bagi KONI Pusat dan jajarannya di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kita apresiasi apa yang telah dibuat Pak Wis untuk olahraga Indonesia. Kita harus menjadi Patriot Olahraga,” tegas Marciano. (OL-1)

BERITA TERKAIT