28 January 2021, 11:28 WIB

IOC Tegaskan Akan Tetap Gelar Olimpiade Tokyo


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

KOMITE Olahraga internasional (IOC) menegaskan menolak gagasan rencana B terkait relokasi acara Olimpiade Tokyo 2020 dan atau pembatalan penyelenggadaan Olimpiade Tokyo 2020.

Seperti diketahui, Kepala Bagian Keuangan Florida mengatakan pihaknya telah meminta IOC untuk mempertimbangkan relokasi kegiatan Olimpiade 2020 ke negara bagian dari Amerika Serikat (AS) itu. Menyusul kondisi penyebaran covid-19 di Jepang.

Menanggapi hal tersebut, Presiden IOC Thomas Bach menyebutkan, saat ini, pihaknya tidak ada pemikiran untuk melakukan rencana tersebut, melainkan pihaknya saat ini terus memaksimalkan segala upaya agar penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 tetap berlangsung.

Baca juga: IOC Tolak Atlet Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid-19

"Kami sedang tidak memikirkan apakah Olimpiade akan berlangsung atau tidak, tetapi kami sedang memikirkan dan terus berupaya bagaimana Olimpiade akan berlangsung," ucap Bach dikutip dari BBC, Kamis (28/1).

"Tugas kami adalah mengatur Olimpiade bukan membatalkan Olimpiade. Inilah mengapa kami bekerja penuh siang dan malam untuk mengatur Olimpiade yang aman," tegasnya.

Mantan atlet anggar asal Jerman itu pun mengatakan, saat ini, seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah Jepang, sepenuhnya berkomitmen melanjutkan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020.

"Kami terkonsentrasi penuh dan berkomitmen untuk keberhasilan dan keselamatan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade tahun ini meski ada pandemi covid-19," terangnya.

"Untuk saat ini mungkin saya tidak bisa memberitahu anda terkait apa saja yang kami upayakan, namun yang pasti kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menyelenggarakan Olimpiade yang aman," tukasnya.

Kabar terkait rencana pembatalan Olimpiade Tokyo 2020 yang akan digelar pada 23 Juli 2021 muncul beberapa waktu terakhir. Gelombang ketiga covid-19 yang terjadi di Jepang menjadi salah satu penyebab munculnya kabar tersebut.

Hal itu pun diperkuat dengan penolakan keras sebagian besar masyarakat Jepang yang meminta penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di dunia itu dibatalkan. (BBC/OL-1)

BERITA TERKAIT