26 January 2021, 23:09 WIB

Indonesia Incar 2 Gelar di BWF World Tour


Dero Iqbal Mahendra | Olahraga

TIM bulu tangkis Indonesia akan kembali melanjutkan perjuangan mereka dalam turneman penutup leg Asia, yakni di BWF World Tour. Dalam turnamen terakhir dari rangkaian turnamen di Thailand ini, Indonesia mengincar dua gelar dari empat sektor yang dimainkan.

Dalam turnamen ini memang tidak semua atlet yang berangkat dapat bermain karena merupakan bagian dari rangkaian tur BWF 2020. Sembilan wakil Indonesia di empat sektor akan bertarung untuk memperebutkan gelar juara. 

Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran).

Melihat hasil undian pemain yang dilakukan Selasa (26/1) pagi waktu setempat, Ginting berada di grup A yang diisi oleh pemain-pemain unggulan. Seperti Viktor Axelsen (Denmark), Chou Tien Chen (Chinese Taipei), dan Lee Zii Jia (Malaysia). 

Sementara di grup B, terdiri dari Anders Antonsen (Denmark), Wang Tzu Wei (Chinese Taipei), Kidambi Srikanth (India), dan Ng Ka Long Angus (Hong Kong).

Berdasarkan hasil undian grup tersebut, Ginting harus berjuang keras untuk bisa lolos ke semifinal. Terutama ketika menghadapi Viktor Axelsen yang sebelumnya juara berturut-turut pada Yonex Thailand Terbuka dan Toyota Thailand Terbuka. 

Selain Axelsen, Semifinalis kedua turnamen tersebut Chou Tien Chen juga menjadi tantangan, termasuk Ng Ka Long Angus yang merupakan finalis di Yonex Thailand Terbuka. 

"Lawan-lawan Ginting berdasarkan hasil undian grup BWF World Tour Final, memang termasuk kelas berat dan kuat semua. Itu karena Ginting bukan pemain unggulan dan hanya pemain urutan ke delapan. Pada dua turnamen sebelumnya, sebenarnya persiapan Ginting sudah bagus sekali. Tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan," tutur Pelatih tunggal putra Irwansyah, kepada tim Humas dan Media PP PBSI, Selasa (26/1).

Meski berat Irwansyah tidak menutup peluang Indonesia meraup gelar di nomor tunggal putra. Namun untuk itu sang pemain harus bekerja keras. 

Baca juga : Praveen/Melati Harus Berjuang Ekstra di BWF World Tour Finals 2020

"Peluangnya, untuk lolos dari grup A, insyaAllah bisa. Tetapi dia harus bekerja keras dan yang lebih penting Ginting bisa bermain dengan relax, all out dan enjoy saja. Target pertamanya adalah lolos dari penyisihan grup," terang Irwansyah.

Perjuangan sengit juga harus dihadapi oleh Praveen/Melati di ganda campuran. Berada dalam grup A, andalan Indonesia bergabung bersama Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand), yang juga menjuarai dua turnamen sebelumnya. Terdapat juga lawan yang tidak bisa diremehkan, yaitu Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris) dan Seo Seung Jae/Chae Yu Jung (Korea Selatan).

Menurut pelatih ganda campuran, Nova Widianto, anak didiknya memang berada di grup berat. Untuk lolos ke semifinal, juara All England 2020 ini membutuhkan upaya maksimal di setiap pertandingan penyisihan grup.

"Ya, Praven/Melati memang berada di grup berat. Tetapi kami tetap optimistis, mereka bisa lolos dari fase penyisihan grup. Walaupun kita ketahui, perjuangannya tidak mudah," ungkap Nova.

Pada sektor ganda putra, Ahsan/Hendra berada di grup B. Pasangan andalan Merah Putih ini akan berhadapan dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (Rusia), dan Choi Sol Gyu/Seo Seung Jae (Korea Selatan).

Harapan untuk meraih gelar juara terbuka bagi Greysia/Apriyani. Juara Yonex Thailand Terbuka ini berada di grup A bersama Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea Selatan), Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean (Malaysia), dan Vivian Hoo/Yap Cheng Wen (Malaysia).

Berbicara peluang, Rionny Mainaky, Kabid Binpres PP PBSI menyatakan Indonesia diharapkan bisa merebut dua gelar juara dari empat sektor. Hal tersebut ditentukan oleh bagaimana kondisi dan semangat juang sang atlet.

"Untuk target di World Tour Final, saya harapkan ada dua gelar juara dari empat sektor. Tergantung bagaimana kondisi dan daya juang atletnya. Untuk lolos ke babak semifinal, setiap atlet harus bermain tiga kali di penyisihan grup. Apalagi lawan yang dihadapi adalah pemain terbaik," tutur Rionny.

"Tentunya ini sangat membutuhkan konsentrasi, stamina yang prima, daya juang tinggi dan pantang menyerah. Jika pemain Indonesia sudah lolos ke semifinal, baru kita bisa memprediksi dari sektor mana yang berpeluang merebut gelar juara," ujar Rionny. (OL-7)

BERITA TERKAIT