26 January 2021, 08:21 WIB

Atlet yang tidak Divaksin akan Kesulitan di Olimpiade


Basuki Eka Purnama | Olahraga

ATLET yang belum menerima vaksinasi covid-19 akan mengalami kesulitan saat tampil di Olimpiade 2020 di Tokyo. Hal itu dikatakan Presiden Komite Olimpiade Nasional Prancis (CNOSF) Denis Masseglia, Senin (25/1).

"Atlet yang tidak divaksin, selama di Tokyo, akan harus menjalani karantina dan tes covid-19 setiap pagi dan sore," kata Maseglia.

Masalah vaksinasi bagi atlet yang akan tampil di Olimpiade Tokyo, yang ditunda pada tahun lalu karena pandemi covid-19, akan dibahas pada Rabu (27/1) dalam pertemuan Komite Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC).

IOC secara resmi meminta para atlet untuk mendapatkan vaksin covid-19 namun tidak mewajibkannya.

Baca juga: Jadi Ketum PB PASI, Luhut Janji Cetak Atlet Atletik Terhormat

Masseglia mengatakan seharusnya tidak ada pilihan bagi atlet. Pasalnya, hal itu akan menentukan bisa digelarnya Olimpiade atau tidak.

"Kita tidak sendirian," ujar Masseglia. "Bagi teman-teman kita di Jepang, menerima atlet dan warga dunia membutuhkan sejumlah tindakan pencegahan."

Menurutnya, kerepotan bagi atlet yang tidak divaksin akan membuat para atlet akhirnya memilih untuk menerima vaksinasi covid-19.

Masalah vaksinasi covid-19 untuk atlet juga menimbulkan masalah etik.

"Tidak mungkin atlet diberi prioritas mendapatkan vaksinasi covid-19 ketimbang populasi umum. Namun, antara sekarang dan saat Olimpiade digelar, kita bisa berasumsi para atlet telah mendapatkan giliran menerima vaksin," papar Masseglia. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT