20 January 2021, 10:21 WIB

Kasus Covid-19 Jelang Australia Terbuka Bertambah Tiga Orang


Basuki Eka Purnama | Olahraga

DUA petenis dan satu orang non-pemain untuk perhelatan Australia Terbuka 2021 dinyatakan positif covid-19, menambah daftar peserta turnamen Grand Slam yang terinfeksi virus korona termasuk petenis, pelatih, dan ofisial. Hal itu dikatakan pihak berwenang Negara Bagian Victoria, Rabu (20/1).

Kepala Kepolisian Victoria Lisa Neville mengatakan ketiganya termasuk dalam kasus infeksi baru yang dilaporkan pada Rabu (20/1).

Belum ada kepastian mengenai jumlah pastinya, dengan hasil tes dari pihak berwenang kemudian diklasifikasikan sebagai penularan dari infeksi sebelumnya.

Baca juga: Petenis Australian Open Dukung Isolasi Ketat

Neville mengatakan pihak berwenang sangat yakin salah satu dari dua infeksi baru ini adalah kasus penularan virus.

"Dari dua lainnya, kurang jelas bahwa mereka pernah kontak. Kami akan mencari tahunya, ada satu petenis dan satu orang tenaga pendukung," kata Neville kepada wartawan.

Direktur turnamen Australian Open Craig Tiley mengatakan dua petenis yang dilaporkan positif pada Selasa (19/1) juga menjadi penyebab virus.

Lebih dari 70 pemain dan rombongan mereka dikurung di kamar hotel selama 14 hari dan tidak dapat berlatih untuk Australia Terbuka, 8-21 Februari, setelah penumpang pada tiga penerbangan sewaan diketahui positif melalui tes.

Pihak berwenang telah mengeluarkan dana besar untuk menerbangkan lebih dari 1.200 pemain, pelatih, dan ofisial dalam 17 penerbangan sewaan ke
Australia untuk mengadakan Grand Slam pertama tahun ini.

Tiley mengatakan biaya karantina dapat melebihi Rp433 miliar, yang sebagian akan ditanggung pemerintah Negara Bagian Victoria.

"Pemerintah negara bagian mendukung dan membantu itu," katanya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT