08 January 2021, 12:51 WIB

Carlos Sainz Muak dengan Reli Dakar Tahun Ini


Dero Iqbal Mahendra | Olahraga

PEMBALAP Mini X Raid Carlos Sainz mengaku muak dengan ajang Reli Dakar 2021. Menurutnya, ajang tahun ini bukan seperti Reli Dakar yang seharusnya. Ia menilai ajang ini tidak lebih dari balapan gymkhana.

Gymkhana merupakan ajang balapan yang mirip dengan autocross dengan tujuan utama mencapai waktu secepat mungkin.

Sainz mengaku frustrasi dengan ajang Reli Dakar tahun ini lantaran panduan perjalanan Reli Dakar tahun ini dianggapnya tidak membantu para pembalap dan justru memberikan kesulitan.

Baca juga: Sempat Kecelakaan, Benavides Tetap Kuasai Etape ke-5 Reli Dakar

Kekecewaan tersebut nampaknya wajar disampaikan Sainz karena meski baru etape ke-5 dirinya sudah dua kali tersesat dengan margin jarak jauh.

Setelah kehilangan waktu 31 menit pada etape 3 karena masalah navigasi, Sainz semakin tertinggal jauh dari pemimpin secara keseluruhan usai balapan buruk di etape 5.

Nyatanya bukan hanya Sainz saja yang kesulitan akibat sistem navigasi Dakar tahun ini. Rekan setimnya, Stephane Peterhansel, dan pembalap Toyota Gazoo Racing Nasser Al-Attiyah juga mengalami kesulitan.

Meski begitu margin ketertinggalan para pembalap tersebut tidak sebesar Sainz.

Di etape 5, Sainz berusaha memperbaiki ketertinggalannya di etape 3 dan 4 namun ia tidak mampu memangkas jarak dengan pemenang etape 5 Giniel de Villiers.

Bahkan, Sainz lebih lambat 10 menit saat finish dari Peterhansel dan Al-Attiyah yang merupakan penantang kuat peraih gelar tahun ini.

Sainz, sejauh ini, sudah tertinggal 48 menit 13 detik dari pemuncak klasemen Peterhansel meski baru melakoni 5 etape dari 12 etape yang di pertandingkan.

Ia mengaku belum pernah melihat begitu banyaknya pembalap mengalami masalah di sistem navigasi di ajang Dakar.

"Saya sedikit kehilangan semangat dan kesal, karena ajang ini terlihat seperti gymkhana daripada reli yang menantang," kata Sainz sebagaimana dilansir Motorsport, Jumat (8/1).

"Saya sudah mengikuti Reli Dakar sebanyak 14 kali dan saya tidak pernah tersesat dalam dua hari yang berdekatan dan masing-masing kehilangan waktu setengah jam. Saya juga melihat yang lain kesulitan dengan navigasi. Ini bukan Dakar,” keluh Sainz.

"Ini benar-benar menjadi seperti gymkhana daripada sebuah reli. Apa yang kami lihat sejauh ini bukanlah reli. Saya tidak menyukainya. Saya benar-benar muak, ini adalah ajang gymkhana yang disertai navigasi. Kami tidak pernah mengalami seperti ini. Semua orang tersesat, semua orang berusaha mencari titik yang benar. Saya tidak suka." tegas Sainz.

Ajang Reli Dakar tahun ini memang berbeda dengan tahun tahun sebelumnya dengan panduan perjalanan baru diberikan 15 menit sebelum start. Ini pertama kali dilakukan setelah sebelumnya panduan diberikan satu hari sebelum etape berikutnya dimulai.

Dengan waktu yang singkat tersebut, para pembalap tidak mungkin menambahkan catatan pada panduan perjalanan mereka. Meski pihak ASO telah berupaya mengatasinya dengan menambahkan lebih banyak detail pada panduan perjalanan. (Motorsport/OL-1)

BERITA TERKAIT