01 January 2021, 13:32 WIB

Hadapi Cambell, Menanti Pembuktian Ryan Garcia di Atas Ring


Dero Iqbal Mahendra | Olahraga

MEMBUKA tahun 2021 dunia tinju akan disuguhkan dengan pertarungan kelas ringan antara dua petinju beda generasi antara Ryan Garcia dan Luke Campbell yang akan bertarung di American Airlines Center di Dallas, Texas, Sabtu (2/1) esok.

Kedua petinju ini memiliki catatan dan latar belakang menarik untuk disimak. Ryan Garcia memiliki catatan kemenangan sempurna dari 20 pertarungan (20-0) dengan 17 diantaranya merupakan kemenangan KO di ring.

Meski belum pernah bertarung ke tingkatan elit untuk gelar juara dunia, Garcia memiliki popularitas besar di media sosial dengan 7 juta pengikutnya. Garcia digadang-gadang sebagai petinju dengan prospek yang sangat cerah di masa depan.

Di sisi lain Luke Campbell merupakan petinju senior dengan catatan 20 kali menang dan 3 kali kalah (20-3) dengan 16 kali kemenangan KO.

Peraih medali emas Olimpiade 2012 tersebut akan berusaha memenangkan pertarungan ini. Sebab pemenangnya akan mendapatkan gelar sementara kelas ringan WBC sekaligus menjadi tiket untuk menghadapi juara kelas ringan WBC Devin ‘The Dream’ Haney.

Campbell meyakini besaran jumlah pengikut media sosial tidak akan memberikan pengaruh atas hasil pertandingan nanti. Menurutnya pengalamannya bertinju di tingkat elit lah yang akan menentukan hasil pertandingan dan akan merusak rekor kemenangan Garcia.

"Saya tidak tahu banyak tentang dia kecuali bahwa dia punya profil besar di media sosial, banyak pengikut. Ketika Anda memiliki jumlah pengikut sebanyak itu, Anda harus membuat mereka tetap tertarik dengan hal-hal di video. Bagi saya, saya lebih suka menjalani hidup saya. Saya tidak mengikuti kariernya. Saya tidak punya alasan untuk itu," kata Campbell sebagaimana dilansir ESPN.

"Semuanya terlihat bagus di video, tapi ada banyak anak di luar sana yang bisa memukul pad dengan cepat - tapi tidak terlihat bagus di atas ring. Anda bisa melempar 1.000 pukulan atas dalam 5 detik di pad. Tapi itu tidak nyata. Tidak ada seseorang di depan anda yang mencoba untuk melepaskan kepala Anda, hanya seseorang yang memegang pembalut," ujar Campbell.

Mantan petinju Profesional Timothy Bradley Jr menilai pertarungan ini seperti pertarungan dengan pola umum, yakni petinju fenomenal muda melawan petinju yang kental dengan pengalaman di atas ring.

Bradley menilai di dunia tinju memang mengedepankan pengalaman bertarung, bagaimana menjadi veteran dan melewati pertarungan demi pertarungan dan itu akan memberikan masalah bagi petinju yang lebih muda. Meski kali ini Bradley mengaku tidak melihat hal tersebut di pertandingan ini.

Menurutnya Garcia berusia lebih muda, namun ia memliki tubuh lebih besar dan lebih kuat, belum termasuk kecepatan dan penempatan waktu pukulannya yang luar biasa. Cambell memang seorang petarung meski telah menghilang dari sorotan, namun tidak akan memberikan masalah bagi Garcia.

“Campbell, secara gaya, bukanlah tipe petarung yang seharusnya memberikan masalah pada Garcia. Campbell adalah petinju teknis yang melakukan pekerjaan terbaiknya saat dia menggali lebih dalam dan menjadi sedikit lebih agresif. Tapi dia tidak bertahan dengan itu. Dia tidak bisa menahan jenis tekanan yang dibutuhkan untuk mengalahkan timing Garcia,” ujar Bradley.

Lebih lanjut Bradley menyebutkan Garcia mungkin akan menghadapi tantangan sulit ke depannya, meski dirinya telah menunjukkan sebagai petarung hebat dan akan terus lebih baik ke depannya. Bradley meyakini Camblle tidak dapat mengeksploitasi kelemahan Garcia.

Meski tidak banyak Bradley menyebut Garcia memang memiliki sejumlah kebiasaan yang menjadi kelemahannya. Menurut Bradley Garcia bertarung dengan dagu yang tegak terangkat di udara yang memberikan ruang target, selain itu sering kali Garcia mengunci lututnya dan berdiri tegak, terakhir Garcia dinilai tidak mampu mengatasi tekanan dengan baik. (Dro/ESPN/OL-09)

BERITA TERKAIT