25 November 2020, 12:49 WIB

Murray Nilai Hamilton Pantas Dapat Gelar Bangsawan Inggris


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

JUARA Grand Slam tiga kali Andy Murray menyebut juara Formula 1 Lewis Hamilton pantas bergabung bersamanya menerima gelar kebangsawanan Inggris sebagai ksatria olahraga Inggris.

Lewis Hamilton, yang telah memenangkan gelar juara dunia F1 ketujuh, minggu lalu, akan dianugerahi gelar kebangsawanan dari Ratu Elizabeth II sebagai bentuk pengakuan atas capaian yang telah diraihnya pada 2020.

Dilaporkan BBC, pembalap berusia 35 tahun itu masuk dalam daftar penerima penghargaan tahun baru Ratu Elizabeth II. Jika demikian, Hamilton secara resmi akan menjadi Sir Lewis Hamilton.

Baca juga: Murray Dukung Program Wajib Vaksin untuk Turnamen Tenis

"Dalam hal apa yang telah dia raih sebagai seorang atlet, tentu saja dia pantas mendapatkannya," ujar Murray, Rabu (25/11) WIB.

"Dia adalah salah satu olahragawan paling sukses dalam sejarah negara," tuturnya.

Murray yang juga telah diberikan gelar yang sama pada 2017 lalu menilaim selain tampil gemilang di lintasan balap, Hamilton juga memiliki sejumlah pencapaian gemilang di luar F1.

"Dia juga mendukung beberapa tujuan besar di luar F1. Jadi, saya mengatakan dia pantas mendapatkan gelar tersebut," tuturnya.

Dilansir dari BBC, Hamilton yang juga telah meraih gelar Member of British Empire (MBE) pada 2009 lalu mengatakan, jika pemberian gelar keduanya itu benar terjadi, dia akan merasa senang dan terhormat.

"Itu akan menjadi hari paling bahagia, jika mendapatkan kesempatan untuk kembali diberikan gelar kehormatan oleh Ratu," sebutnya.

Perdana Menteri Boris Johnson secara pribadi merekomendasikan Hamilton untuk mendapatkan penghargaan itu. Johnson terkesan atas prestasi Hamilton di dalam maupun luar lintasan balap, terutama kepeduliannya terhadap isu rasisme.

Hamilton merupakan satu-satunya pembalap kulit hitam dalam sejarah F1 yang telah berlutut di setiap balapan musim ini. Ia juga sering mengenakan kaos bertuliskan 'Black Lives Metter' sebagai bentuk protesnya melawan ketidakadilan rasial yang terjadi di berbagai belahan dunia. (BBC/OL-1)

BERITA TERKAIT