24 November 2020, 04:25 WIB

Ambisi Medvedev untuk Menjadi Lebih Baik


(Rif/ATP/R-3) | Olahraga

PETENIS Rusia Daniil Medvedev mengatakan kemenangannya di fi nal ATP 2020 mampu membantu perkembangannya di masa mendatang. Medvedev menjadi yang terbaik di turnamen
penutup tahun itu, Minggu (22/11) waktu Inggris, setelah mengalahkan petenis Austria Dominic Thiem dengan skor 4-6, 7-6(2), dan 6-4.

Dia mengaku bahwa hasil yang didapatnya merupakan kemenangan yang berat. Terlebih, dia mengangkat trofi setelah mengalahkan tiga petenis terbaik dunia. Thiem yang ditaklukkannya di partai puncak merupakan petenis peringkat ketiga.

Sementara itu, di semifi nal, dia menyingkirkan petenis rangking dua dunia asal Spanyol, Rafael Nadal. Sebelum itu, di fase grup, Medvedev menang atas petenis nomor satu asal Serbia, Novak Djokovic.

Apa yang ditorehkan Medvedev membuat dia menyamai prestasi Boris Becker (1994), Djokovic (2007), dan David Nalbandian (2007) yang juga mengandaskan perlawan an tiga petenis terbaik dalam satu turnamen.

Di sisi lain, memenangi 10 pertandingan berturut-turut sejak perjalanannya di Paris Masters 2020 beberapa pekan lalu dan dilanjutkan di ATP Finals, perjalanan petenis yang kini berusia 24 tahun itu sebenarnya tak selalu mulus sejak awal musim ini.

Sebelum tampil di Paris Masters, dia sempat kalah di St Petersburg Terbuka 2020 dan Wina Terbuka 2020. “Saat itu saya merasa tidak tahu apakah level permainan terbaik saya akan kembali pada musim ini. Akhirnya perjalanan saya di Paris membuat saya bermain lebih baik hingga saat ini,” terangnya.

Sementara itu, Thiem mengatakan dirinya akan terus berupaya tampil dengan baik dan menjaga posisinya di daftar petenis peringkat teratas dunia setelah gagal meraih gelar di Inggris untuk tahun kedua berurut-turut.

Menyambut musim 2021, Thiem mengaku belum menetapkan secara pasti apa yang menjadi rencananya di musim depan.

Kendati demikian, Thiem berharap dapat terus mempersempit jarak antara dirinya dan Djokovic serta Nadal. (Rif/ATP/R-3)

BERITA TERKAIT