22 June 2020, 06:35 WIB

Alasan Ricciardo Pindah ke McLaren


Antara | Olahraga

Daniel Ricciardo memutuskan pindah ke McLaren untuk musim Formula 1 tahun depan. Padahal dia baru memperkuat Renault satu tahun .
 
Ricciardo mengambil risiko pindah ke tim bermarkas di Woking itu dibandingkan bertahan di Renault. Diketahui Renault merupakan tim pabrikan yang mempunyai fasilitas dan bujet yang lebih besar.
 
Tahun pertama sang pembalap Australia itu di Renault tak bisa dibilang memuaskan. Ricciardo mengakhiri musim 2019 di peringkat sembilan. Ini hasil terburuknya sejak 2013, dengan hanya delapan kali mencetak poin tanpa pernah finish di podium sama sekali.
 
Bahkan McLaren, yang sama-sama menggunakan power unit Renault musim itu, bangkit untuk memuncaki klasemen tim papan tengah, setelah tahun-tahun buruknya bersama Honda.
 
"Mereka (McLaren) adalah tim yang paling banyak membuat suara. Mercedes memenangi kejuaraan lagi, tapi jelas bahwa McLaren adalah tim yang membuat kemajuan paling besar dari semuanya," kata Ricciardo seperti dilansir laman resmi F1, Minggu.
 
Jadi, lanjutnya, itu sangat menggembirakan bagi mereka. "Dan itu benar-benar apa yang bisa kalian gunakan sebagai dasar untuk melenggang ke masa depan," ungkap Ricciardo.

Baca juga: The Doctor Latihan Senyap di Mugello

McLaren akan menjadi tim kelima bagi Ricciardo di F1, setelah dia memulai debutnya dengan HRT pada 2011. Setelah itu, dia pindah ke Toro Rosso, Red Bull, dan Renault.

 Kabar pindahnya Ricciardo keluar berbarengan dengan pengumuman Sebastian Vettel yang akan meninggalkan Ferrari tahun ini untuk digantikan oleh Carlos Sainz.
 

"Saya rasa jelas pengumuman Vettel atau kabar dengan Ferrari itu seperti memicu semuanya, dan dengan cepat semua tertuju ke Carlos dan hal-hal lainnya," tukas Ricciardo.
 
Hal itu membuat Ricciardo harus menentukan masa depannya dengan segera saat musim balapan tertunda karena pandemi virus covid-19.
 
Pembalap berusia 30 tahun itu kini akan menjalani tahun keduanya dan terakhir bersama Renault ketika F1 akan restart pada 5 Juli nanti di Austria.
 
McLaren sendiri akan meninggalkan Renault dan beralih menggunakan power unit Mercedes, salah satu mesin terkuat dan paling bisa diandalkan di grid, mulai 2021. (OL-14)

BERITA TERKAIT