25 September 2019, 03:50 WIB

World Tour Bangkok Jadi Seleksi Akhir Tim Boling


mediaindonesia |

Tim boling Indonesia terus mempersiapkan diri menghadapi SEA Games 2019 Filipina, 30 November-10 Desember mendatang. Saat ini, 12 peboling yang menghuni pelatnas Indonesia tengah mengikuti World Bowling Tour 2019 Bangkok yang akan berlangsung hingga 28 September mendatang.

"Ajang di Bangkok ini jadi final seleksi dan pemantapan saja. Istilahnya peboling sudah siap untuk berlaga di SEA Games," ujar asisten pelatih timnas boling Indonesia, Gatot Aryo, kemarin.

Ia menambahkan, akan memberikan entry by name atlet yang akan dikirim ke Manila selambat-lambatnya setelah tampil di Thailand. Menurutnya, dari 12 peboling, dua atlet putra dan dua atlet putri akan dicoret karena kuota ke SEA Games 2019 hanya delapan atlet.

Lebih jauh, ia mengatakan, Tannya Roumimper dan kawan-kawan secara kerja sama tim sudah bagus. "Saat ini tinggal mengasah fokus saat melempar bola," imbuhnya.

Setelah dari Bangkok, menurut Gatot, tim boling akan kembali berlatih di Jakabaring Bowling Center, Palembang. Namun, Gatot cukup menyayangkan kendala saat mereka akan berlatih di Palembang karena adanya asap kebakaran hutan di Sumatra.

"Lagi banyak asap kebakaran hutan. Jadi, latihan fisik agak terganggu karena kita berlatih outdoor," tutur seraya menambahkan berencana akan mengubah pola latihan fisik dengan berlatih di indoor saat di Palembang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Hanif Dhakiri, memulai tugasnya di Kemenpora sejak kemarin. Hanif yang juga menjabat Menteri Ketenagakerjaan mengaku masih melakukan adaptasi di kantor yang sebelumnya dipimpin Imam Nahrawi tersebut.

"Kalau soal tanggung jawab, saya kira tak terlalu masalah karena waktunya kan hanya sebulan. Apalagi, saya sudah pernah menjadi Menpora ad interim saat Imam Nahrawi berdinas ke luar negeri. Jadi sudah biasa," tutur Hanif.

Rencananya, Hanif melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan segenap jajaran Kemenpora untuk melanjutkan rencana kerja ke depan. "Jika ada hal strategis yang harus diputuskan, akan kita konsultasikan kepada Bapak Presiden. Prinsipnya, semuanya harus tetap jalan," ujarnya. (*/R-1)

BERITA TERKAIT